Campak Merebak di Jawa Timur: Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Kasus campak meningkat di Jawa Timur. Kenali gejala, penyebab, komplikasi, dan cara pencegahannya agar lebih waspada.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
internet
Ilustrasi seseorang sedang terinfeksi campak, lali menggaruk tubuhnya 

TRIBUNJOGJA.COM- Belakangan ini kasus campak kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep.

Data mencatat ada lebih dari 2.000 kasus dengan 17 orang meninggal dunia.

Di Bangkalan, sepanjang Januari hingga Juli 2025 ditemukan 46 kasus campak, dengan satu orang meninggal.

Fakta ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat bahwa penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi ini masih mengancam.

Apa Itu Campak?

Campak atau measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus, bagian dari keluarga Paramyxoviridae.

Penyakit ini biasanya menyerang saluran pernapasan terlebih dahulu, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Penularan campak sangat mudah terjadi, baik lewat percikan air liur (droplet) ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara, maupun melalui kontak langsung atau benda yang terkontaminasi.

Bahkan, virus campak bisa bertahan hingga dua jam di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk.

Gejala Awal Campak

Gejala campak biasanya muncul setelah masa inkubasi 7–14 hari sejak terpapar virus.

Pada awalnya, gejalanya mirip flu, sehingga sering kali tidak disadari.

Berikut adalah tanda-tanda awal campak:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya
  • Lemas, hilang nafsu makan
  • Muncul bintik putih kecil di mulut (bintik Koplik)

Beberapa hari setelahnya, ruam merah khas campak mulai muncul, biasanya dari wajah dan leher lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Awalnya ruam berupa bintik kecil, kemudian menyatu menjadi bercak yang lebih besar.

Ruam ini biasanya berlangsung 5–7 hari.

Baca juga: Teka-teki Kematian Diplomat Arya Daru Diselimuti Misteri, Amplop Cokelat Berisi Simbol Jadi Sorotan

Siapa yang Rentan Terinfeksi?

Meskipun bisa menyerang siapa saja, ada beberapa kelompok yang lebih berisiko terkena campak, antara lain:

  • Bayi yang belum cukup umur untuk menerima vaksin campak
  • Anak-anak atau orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi campak/MMR secara lengkap
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV/AIDS atau kanker
  • Mereka yang tinggal atau merawat orang yang terinfeksi campak
  • Ibu hamil, karena campak bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran

Dampak Komplikasi Campak

Pada sebagian orang, campak bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi telinga (dapat menyebabkan tuli), Pneumonia.

Kemudian dapat juga dehidrasi akibat diare dan muntah, peradangan otak (ensefalitis), radang pita suara (laringitis), kebutaan, hingga kematian terutama pada balita dan penderita dengan daya tahan tubuh lemah

Cara Mengatasi dan Meredakan Gejala Campak

Hingga kini, tidak ada obat khusus untuk campak.

Pengobatan yang diberikan biasanya bertujuan meredakan gejala, antara lain:

  • Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi
  • Minum obat pereda demam seperti paracetamol (hindari aspirin untuk anak)
  • Istirahat cukup
  • Konsumsi makanan bergizi yang mudah ditelan
  • Minum obat batuk sesuai saran dokter
  • Memberikan vitamin A untuk memperkuat daya tahan tubuh

Jika gejala disertai demam tinggi lebih dari 39°C, sesak napas, linglung, atau kejang, segera cari pertolongan medis.

Hal yang sama juga berlaku bagi ibu hamil yang terpapar campak.

Pencegahan Campak

Pencegahan paling efektif adalah dengan vaksin campak atau MMR (measles, mumps, rubella).

Vaksin pertama biasanya diberikan pada bayi usia 9 bulan, dilanjutkan pada usia 12–18 bulan, dan booster pada usia 5–7 tahun.

Orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin juga disarankan untuk melengkapinya.

Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya adalah:

  • Menggunakan masker saat di kerumunan
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan sehat dan istirahat cukup
  • Isolasi diri bila mengalami gejala agar tidak menularkan ke orang lain

Kasus campak yang kembali merebak di Jawa Timur menjadi pengingat bahwa penyakit menular ini masih nyata mengancam.

Gejalanya yang mirip flu sering membuat orang abai, padahal komplikasinya bisa berbahaya, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah.

Dengan menjaga kebersihan, meningkatkan kewaspadaan, dan yang paling penting melengkapi vaksinasi campak/MMR, kita bisa melindungi diri sendiri dan orang sekitar dari risiko campak yang fatal. (MG/Sabbih Fadhillah)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved