Melalui hasil penelitian itu, ia bisa memprediksi jika terjadi perubahan lingkungan serupa yang pernah terjadi di masa lalu. Dengan demikian, hewan-hewan tersebut tidak akan punah.
“Jadi Antartika itu kan sangat terisolasi dan sangat minim disturbansi dari manusia. Jadi kalau di sana terjadi perubahan lingkungan, bisa menjadi peringatan dini bagi seluruh dunia. Kalau di Antartika kayak gitu (terjadi perubahan lingkungan), konsekuensinya itu bisa ke seluruh dunia,” lanjutnya.
Ia pun ingin bisa melakukan penelitian serupa di Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya dibanding Antartika. Dengan demikian, masyarakat bisa bersama-sama menjaga lingkungan.
“Jadi penelitian di Antartika sebagai awal mula supaya kami bisa melakukan dan mendesain untuk dilakukan di Indonesia. Supaya bisa menjaga lingkungan Indonesia, pada akhirnya supaya bisa menjaga kelestarian lingkungan, pelestarian hewan di dunia,” imbuhnya.