Resmi! Prof Hari Purnomo Terpilih Jadi Rektor UII Periode 2026-2030
Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., ditetapkan sebagai Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026-2030.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., ditetapkan sebagai Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026-2030.
- Keputusan diambil oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melalui rapat pleno pada Jumat (6/3/26) pagi, yang tertuang dalam SK Nomor 003/KPTS/III/2026.
- Menurut Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII, Dr. Eko Riyadi, S.H., M.H., proses pemilihan di tingkat yayasan kali ini berakhir dengan mufakat bulat.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., ditetapkan sebagai Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026-2030.
Keputusan diambil oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melalui rapat pleno pada Jumat (6/3/26) pagi, yang tertuang dalam SK Nomor 003/KPTS/III/2026.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII, Dr. Eko Riyadi, S.H., M.H., mengungkapkan, proses pemilihan di tingkat yayasan kali ini berakhir dengan mufakat bulat.
Alhasil, Prof. Hari Purnomo pun diharapkan mampu membawa arah kebijakan dan strategi pengembangan UII ke level yang lebih tinggi dalam lima tahun ke depan.
"Di pengurus, prosesnya bukan lagi pemilihan, tapi diambil secara aklamasi. Pengurus menyepakati Prof. Hari Purnomo menjadi rektor terpilih yang akan datang," ujarnya.
Sebelumnya, dari 60 anggota Senat, sebanyak 58 orang hadir memberikan hak suaranya dalam pemungutan suara tertutup untuk menyaring enam bakal calon menjadi tiga besar.
Dalam tahap tersebut, Prof. Hari Purnomo mengantongi 21 suara, sekaligus mengungguli dua kandidat lain, yakni Prof. Dr. Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika yang memperoleh 18 suara, dan Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., dengan 6 suara.
"Karena pemilihannya tertutup, praktis tidak muncul dinamika yang terlihat mencolok. Semuanya berjalan lancar lewat proses pencoblosan," tambah Eko.
Setelah mengantongi tiga nama terbesar dari Senat, yayasan melakukan wawancara tertutup dan penandatanganan pakta integritas pada Selasa (3/3/26), sampai membulatkan keputusan hari ini.
Syarat menjadi Rektor UII
Eko menjelaskan, untuk menduduki kursi Rektor UII, kandidat haruslah seorang Guru Besar (Profesor) dan pernah menjabat minimal sebagai Sekretaris Program Studi.
Dari sekitar 50 Guru Besar yang saat ini dimiliki UII, hanya terdapat 35 nama saja yang memenuhi kualifikasi administratif tersebut di awal proses seleksi.
Terkait ketiadaan nama tokoh nasional seperti Prof. Mahfud MD dalam daftar kandidat, ia mengklarifikasi, bahwa yang bersangkutan tidak masuk bursa pencalonan.
"Prof. Mahfud tidak memenuhi syarat administratif tertentu, dan beliau juga bertindak sebagai tim seleksi, sehingga otomatis tidak bisa menjadi calon," ungkapnya.
Prof. Hari Purnomo sendiri bukanlah orang baru di jajaran pimpinan UII, di mana hingga kini masih menjabat Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ll periode kedua (2022-2026).
Pakar di bidang Ergonomi tersebut, merupakan lulusan Teknik Industri UII angkatan 1983 dan meraih gelar Doktornya di Universitas Udayana pada 2007 silam.
| Rektor UAJY Bawa Semangat Pendidikan Humanis Global pada Forum Presiden Universitas Asia di Taiwan |
|
|---|
| Misteri Teror Api Seyegan Mulai Terjawab, Pakar UGM: Titik Api Berpindah-pindah Ikuti Pergerakan Gas |
|
|---|
| Para Pakar UGM Saksikan Langsung Api Menyala Sendiri di Rumah Seyegan, Pemicu Diduga Gas Hidrogen |
|
|---|
| Kisah Keluarga di Seyegan Sleman 10 Hari Hadapi Teror Api yang Tak Berhenti |
|
|---|
| Misteri Api di Rumah Warga Sleman: FTME UPN dan BPPTKG Teliti Kali Konteng di Seyegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Panitia-pemilihan-mengumumkan-keputusan-penetapan-Rektor-UII-untuk-periode-2026-2030.jpg)