Lebaran 2026
Naik Gunung Saat Lebaran, Cara Beda Merayakan Idulfitri
Perayaan Idulfitri biasanya identik dengan suasana rumah, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati hidangan khas Lebaran.
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
Ia juga mengaku terkejut dengan tingginya jumlah pendaki selama periode Lebaran. Menurutnya, banyak pendaki lain yang memiliki alasan serupa, yakni memanfaatkan waktu libur untuk beraktivitas di alam.
“Di gunung ternyata ramai banget, dan rata-rata alasannya sama, karena ada waktu libur,” katanya.
Di balik cara merayakan yang berbeda, Linggar mengingatkan bahwa esensi Lebaran tetap pada menjaga hubungan antarsesama. Ia menilai, baik dirayakan di rumah maupun di gunung, silaturahmi tetap harus dijaga.
“Yang di rumah atau di gunung sama saja, tetap harus saling menjaga silaturahmi. Setelah turun gunung ya tetap kumpul keluarga, karena momen Lebaran itu masih panjang di bulan Syawal,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa cara masyarakat merayakan Idulfitri semakin beragam. Namun di tengah perbedaan itu, nilai kebersamaan dan silaturahmi tetap menjadi hal yang tidak tergantikan.
| KAI Daop 6 Yogyakarta Tanggapi Keluhan Penumpang KA soal Penggalangan Dana untuk Disabilitas |
|
|---|
| Mau Syawalan dengan Sri Sultan HB X? Datang ke Kepatihan Tanggal 30 Maret 2026! |
|
|---|
| 6 Wisatawan Selamat dari Terjangan Ombak Pantai Selatan DIY Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| Kisah Pilu Anak 7 Tahun Tewas Tenggelam di Selokan Mantrijeron Jogja Saat Syawalan dengan Orang Tua |
|
|---|
| Hotel di DIY Merugi, PHRI: Promosi '8,2 Juta Turis' Malah Jadi Bumerang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pendaki-di-Puncak-Rajawali-Gunung-Sumbing.jpg)