Sinergi Magelang Raya: Kota dan Kabupaten Sepakat Samakan Standar Pelayanan

Pertemuan ini momentum dua pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kawasan Magelang Raya.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji usai menghadiri FGD di Borobudur, Magelang, Rabu (3/12/2025) 
Ringkasan Berita:
  • Kota Magelang dan Kabupaten Magelang perkuat kolaborasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kawasan “Magelang Raya”.
  • Sinergi dua pemerintah daerah tersebut diwujudkan lewat Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, hingga para kepala perangkat daerah dari kedua wilayah.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Sinergitas Kerja Sama Antar Daerah di Omah Mbudur, Kabupaten Magelang, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, hingga para kepala perangkat daerah dari kedua wilayah.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi dua pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kawasan “Magelang Raya”.

“(Pertemuan) ini wujud keseriusan kolaborasi Kota Magelang dan Kabupaten Magelang melalui nota kesepahaman untuk menyatukan kebijakan,” ujar Damar.

Damar menyampaikan bahwa secara geografis wilayah Kota dan Kabupaten Magelang sejatinya satu kesatuan, hanya terpisah secara administratif. 

Karena itu, ia berharap seluruh kebijakan dapat berjalan selaras tanpa adanya dikotomi.

Tingkatkan kualitas pelayanan

Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan, pariwisata, dan kesehatan yang menuntut adanya persepsi bersama.

“Kita ini kan satu, akarnya sama, akar budayanya sama. Dan akhirnya seluruh kebijakan ini kami harapkan juga bisa linier juga. Tidak ada dikotomi Kota dan Kabupaten Magelang,” tandasnya.

Damar menegaskan posisi strategis “Magelang Raya”, di mana Kota Magelang berperan sebagai pusat layanan urban, sementara Kabupaten Magelang menjadi penyangga pariwisata nasional dengan potensi lahan, pertanian, dan sumber daya alam yang melimpah. 

Peran ganda tersebut turut mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur sehingga kerja sama keduanya menjadi kebutuhan.

Senada, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan bahwa pelayanan masyarakat adalah prioritas utama. Ia ingin menghapus dikotomi administratif demi efisiensi dan keseragaman layanan publik.

“Tadi sudah disampaikan Pak Wali Kota. Kita itu sama. Kuncinya di pelayanan. Saya dan Pak Wali Kota sama-sama bertugas untuk melayani masyarakat kok,” ujarnya.

Menurut Grengseng, penyamaan persepsi dan standar pelayanan mutlak diperlukan, termasuk memperluas jangkauan layanan jasa Kota Magelang dengan mempertimbangkan kebutuhan demografis yang lebih luas.

“Nah kita samakan persepsi, standar pelayanan seperti apa, bagaimana melayani masyarakat, bidang apa yang akan kita layani. Kita rembug itu,” imbuhnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved