Kasus Menu MBG di Magelang Terkontaminasi Bakteri E Coli, SPPG Ngadirojo Ditutup Sementara
Hasil uji laboratorium memastikan sampel makanan MBG yang didistribusikan SPPG Ngadirojo, Secang, Magelang, terkontaminasi bakteri e-coli
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Penyebab kasus keracunan yang menimpa 112 santri Pondok Pesantren Nurul Ali, Dusun Sempu, Desa Ngadirojo, Secang mulai terungkap berdasarkan hasil uji lab sampel makanan.
- Hasil uji laboratorium Labkes Provinsi Jawa Tengah memastikan sampel makanan MBG dari SPPG Ngadirojo, Secang, Magelang, terkontaminasi bakteri E. coli.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Hasil uji laboratorium Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngadirojo, Secang, Kabupaten Magelang, terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli).
Temuan tersebut menguatkan dugaan kasus keracunan yang sebelumnya menimpa 112 santri Pondok Pesantren Nurul Ali, Dusun Sempu, Desa Ngadirojo, Secang, pada Selasa (18/11/2025) lalu.
Sekretaris I Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan hasil laboratorium diterima pihaknya pada 26 November 2025.
“Untuk sampel nasi, tahu goreng, telur asam manis, timun, tomat, dan semangka, semuanya positif bakteri E. coli. Kemungkinan kontaminasi bisa terjadi saat pemasakan, peralatan dapur, ataupun melalui air,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Atas temuan tersebut, Satgas MBG meminta SPPG Ngadirojo melakukan evaluasi menyeluruh sebelum diizinkan beroperasi kembali.
“Kami berharap tidak terburu-buru dioperasikan. SOP dapur harus dipenuhi dengan ketat. Higienitas dan sanitasi wajib dijalankan terukur, baik bahan baku, pengolahan, peralatan hingga distribusinya,” kata Nanda.
Ia mengatakan, SPPG Ngadirojo hingga kini masih ditutup sambil menunggu rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan selesainya proses renovasi dapur.
“Kesempatan renovasi ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki seluruh fasilitas sesuai standar yang higienis,” katanya.
112 Santri Alami Keluhan
Total 112 santri mengalami gejala mual, pusing, muntah hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG yang dikirim SPPG Ngadirojo pada Selasa (18/11/2025) pagi.
“Sebagian dibawa ke puskesmas, sebagian ke rumah sakit. Yang dirawat inap Alhamdulillah besoknya diperbolehkan pulang dan sudah sehat semua,” jelas Nanda.
Gejala keracunan muncul mulai pukul 18.30 WIB, atau sekitar 8–10 jam setelah makanan dikonsumsi oleh sekitar 850 santri.
Terkait mengapa hanya 112 yang terdampak dari total 856 porsi, Nanda menyebut hal itu merupakan faktor klinis.
“Faktanya yang melaporkan keluhan hari itu jumlahnya ratusan. Gejalanya juga berbeda-beda,” kata dia.
Nanda menyebut sekitar 50-an SPPG di Kabupaten Magelang saat ini beroperasi dari total rencana 118 titik. Semua SPPG diwajibkan mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebelum distribusi MBG.
| Diduga Masuk Jalur Berlawanan, Pajero Tabrak Honda Beat di Salaman, Satu Meninggal Dunia |
|
|---|
| Remasan Rumput Jadi Ramuan Ajaib, Petani di Magelang Belajar Biosaka untuk Pertanian |
|
|---|
| Hampir 30 Ribu Pil Yarindo Disita, Polresta Magelang Ungkap Peredaran Narkoba dan Obat Berbahaya |
|
|---|
| Puja Bakti Waisak 2570 BE di Klenteng Liong Hok Bio Magelang Angkat Pesan Perdamaian Dunia |
|
|---|
| LavAni Juara SBY Cup 2026, Taklukkan Tirta Bhagasasi Tiga Set Langsung di Final |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dapur-MBG-Ngadirojo-Magelang-Ditutup-Sementara-Buntut-Dugaan-Santri-Ponpes-Keracunan.jpg)