Fenomena Api di Seyegan

Fenomena Api di Seyegan Masih Terjadi, Pemilik Rumah Ingin Ikhtiar Batin

Penyatuan ruang spiritual dan ruang ilmiah ini diharapkan bisa memberikan gambaran terang bagi warga sekitar tentang fenomena api berulang itu.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
MENYALA - Titik api yang membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam. 

"Ada kemungkinan tim melakukan pengecekan kembali, karena kemarin ada rencana mendatangkan alat untuk mengukur gas fosfin. Namun karena alatnya khusus, sampai saat ini belum datang dari vendor," ujar Sarju, Selasa (9/6/2026). 

Menurut Sarju, rencana ini dilakukan untuk pembuktian ilmiah yang lebih pasti. 

Sebab, keberadaan gas fosfin masih harus diuji.

Hal ini berbeda dengan kandungan gas hidrogen di lokasi tersebut yang sudah dipastikan keberadaannya melalui alat ukur yang digunakan tim pada pemeriksaan sebelumnya. 

Diketahui, pada Senin (1/6/2026), tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM ini, melalui pengukuran gas secara langsung di lokasi, menemukan adanya anomali gas hidrogen (H2) dengan konsentrasi yang cukup tinggi.

Dari hasil kajian sementara, tim menduga gas hidrogen ini berasal dari proses fermentasi limbah organik hasil pemotongan ayam. 

Tim juga mempertimbangkan kemungkinan adanya gas fosfin (PH3), yaitu gas yang dapat terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam. 

Gas fosfin memiliki karakteristik sangat mudah terbakar pada suhu kamar, tetapi relatif sulit dideteksi karena akan segera habis terbakar ketika bereaksi dengan oksigen di udara. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved