Kronologi Puluhan Warga di Tlogoadi Sleman Diduga Keracunan Makanan Acara Pamitan Haji

Puluhan warga tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara syukuran pamitan calon haji (Calhaj) pada Minggu (3/5/2026).

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga di Tlogoadi, Mlati, Sleman, dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap hidangan acara pamitan haji
  • Hingga Senin (4/5/2026) petang, total ada 43 warga yang dilaporkan mengalami gejala keracunan berupa diare, pusing hingga mual
  • Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman bergerak cepat dengan membuka posko darurat dan membawa sampel makanan ke laboratorium

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dugaan keracunan makanan menimpa puluhan warga di Tlogoadi, Mlati, Sleman.

Hingga Senin (4/5/2026) petang, dilaporkan setidaknya ada 43 orang mengalami gejala keracunan berupa diare, pusing hingga mual.

Puluhan warga tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara syukuran pamitan calon haji (Calhaj) pada Minggu (3/5/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman pun bergerak cepat dan melakukan pemeriksaan sampel makanan.

Kronologi

Tuan rumah penyelenggara, Nayuku Bramantyo atau disapa Yoko, warga Getas Toragan, Tlogoadi, mengungkapkan kegiatan syukuran calon haji diselenggarakan di sebuah Gedung Dakwah di Mlati, pada Minggu (3/5/2026) pagi. 

Suguhan makanan di acara tersebut menggunakan jasa katering.

Keluarga maupun para tamu undangan, mulai merasakan gejala dugaan keracunan pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIB. 

"Kami korban juga. Yang korban di rumah ada tiga orang. Bapak saya, saya, sama adik saya. Gejalanya ya mencret (diare) langsung. Terus ini sekarang panas juga," kata Yoko, ditemui di Posko darurat penanganan kerpang yang dibuka di Rumah Dukuh Toragan, Senin (4/5/2026). 

Peristiwa ini bermula saat keluarga yang memiliki hajat syukuran pamitan calon haji memesan camilan dan 250 kotak nasi dari layanan katering asal Klaten untuk acara yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Menunya ada nasi, ayam panggang kecap, telur rebus, dan sambal goreng krecek jeroan rempela ati.

Dilengkapi timun dan pisang. 

Ada juga cemilan berisi lemper, pastel, donat dan sus.

Baca juga: Dugaan Keracunan Hidangan Pamitan Calon Haji di Tlogoadi, Dinkes Sleman Periksa Sampel Makanan

Ia belum bisa memastikan menu apa yang menimbulkan gejala dugaan keracunan pangan.

Tetapi ia menaruh curiga pada sambal goreng krecek, karena saat hidangan itu disantap rasanya dinilai sudah berbeda. 

"Ada (yang aneh) dari krecek. (Rasanya) itu agak kecut. Bau nggak kelihatan. Tapi rasanya sudah beda," ujarnya. 

Dilaporkan, pada Minggu malam, seusai menyantap hidangan, sejumlah warga mulai bergejala.

Gejala yang muncul berupa sakit perut, mules, diare, pusing, panas dingin hingga demam.

Kecurigaan tersebut makin menguat setelah sisa makanan yang ada pada Senin (4/5) pagi, kondisinya sudah berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. 

Yoko menjelaskan, dari 250 porsi yang dipesan, dirinya mendapat bonus 6 porsi.

Hidangan tersebut dibagikan kepada sekitar 130 tamu undangan yang hadir di lokasi, sementara sisanya dibagikan kepada tetangga dan keluarga besar.

Atas kejadian ini, keluarga merasa sangat dirugikan, terlebih di tengah kesibukan mempersiapkan keberangkatan haji tanggal 21 Mei mendatang. 

DUGAAN KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026).
DUGAAN KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026). (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Buka Posko Darurat

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, hingga Senin (4/5/2026) petang jumlah warga yang melapor karena mengalami gejala medis terus naik akibat mengonsumsi hidangan yang dibagi saat acara pamitan calon haji. 

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr Khamidah Yuliati, mengatakan pihaknya bergerak cepat menangani kasus keracunan di Mlati ini dengan membuka posko darurat penanganan.

Data sementara hingga Senin sore pukul 16.36 WIB, jumlah korban yang mengeluhkan gejala berjumlah 43 orang.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa layanan kesehatan.

Antara lain diperiksa di Puskesmas Mlati II ada tiga  orang.

Kemudian diperiksa di Posko Toragan 32 orang, RSA UGM 7 orang dan yang berobat mandiri 1 orang. 

"Semua rawat jalan. Tidak ada yang rawat inap," terang Yuli, Senin. 

Periksa Sampel Makanan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman pun bergerak cepat menangani dugaan keracunan pangan yang terjadi di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

Tim medis telah mengambil beberapa sampel makanan, untuk dilakukan uji laboratorium demi memastikan penyebab pasti insiden yang menyebabkan puluhan warga bergejala sakit perut, diare, pusing hingga mual tersebut. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr Khamidah Yuliati, mengatakan bahwa sampel makanan dari acara pamitan haji yang digelar pada Minggu (3/5/2026) tersebut telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta.

Sampel yang dikirim antara lain ayam bakar, sambal goreng krecek plus jeroan hingga feses dari salah satu korban.

( tribunjogja.com/ rif )

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved