Kronologi Puluhan Warga di Tlogoadi Sleman Diduga Keracunan Makanan Acara Pamitan Haji

Puluhan warga tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara syukuran pamitan calon haji (Calhaj) pada Minggu (3/5/2026).

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026). 

"Ada (yang aneh) dari krecek. (Rasanya) itu agak kecut. Bau nggak kelihatan. Tapi rasanya sudah beda," ujarnya. 

Dilaporkan, pada Minggu malam, seusai menyantap hidangan, sejumlah warga mulai bergejala.

Gejala yang muncul berupa sakit perut, mules, diare, pusing, panas dingin hingga demam.

Kecurigaan tersebut makin menguat setelah sisa makanan yang ada pada Senin (4/5) pagi, kondisinya sudah berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap. 

Yoko menjelaskan, dari 250 porsi yang dipesan, dirinya mendapat bonus 6 porsi.

Hidangan tersebut dibagikan kepada sekitar 130 tamu undangan yang hadir di lokasi, sementara sisanya dibagikan kepada tetangga dan keluarga besar.

Atas kejadian ini, keluarga merasa sangat dirugikan, terlebih di tengah kesibukan mempersiapkan keberangkatan haji tanggal 21 Mei mendatang. 

DUGAAN KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026).
DUGAAN KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026). (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Buka Posko Darurat

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, hingga Senin (4/5/2026) petang jumlah warga yang melapor karena mengalami gejala medis terus naik akibat mengonsumsi hidangan yang dibagi saat acara pamitan calon haji. 

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr Khamidah Yuliati, mengatakan pihaknya bergerak cepat menangani kasus keracunan di Mlati ini dengan membuka posko darurat penanganan.

Data sementara hingga Senin sore pukul 16.36 WIB, jumlah korban yang mengeluhkan gejala berjumlah 43 orang.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa layanan kesehatan.

Antara lain diperiksa di Puskesmas Mlati II ada tiga  orang.

Kemudian diperiksa di Posko Toragan 32 orang, RSA UGM 7 orang dan yang berobat mandiri 1 orang. 

"Semua rawat jalan. Tidak ada yang rawat inap," terang Yuli, Senin. 

Periksa Sampel Makanan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman pun bergerak cepat menangani dugaan keracunan pangan yang terjadi di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved