Dugaan Keracunan Hidangan Pamitan Calon Haji di Tlogoadi, Dinkes Sleman Periksa Sampel Makanan

Sampel yang dikirim ke Labkesmas Yogyakarta antara lain ayam bakar, sambal goreng krecek plus jeroan hingga feses dari salah satu korban.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
DUGAAN KERACUNAN - Sejumlah warga datang untuk memeriksakan kesehatan di posko darurat penanganan dugaan keracunan pangan di Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (4/5/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman bergerak cepat menangani dugaan keracunan pangan (kerpang) yang terjadi di Padukuhan Toragan, Tlogoadi, Kapanewon Mlati.

Tim medis telah mengambil beberapa sampel makanan, untuk dilakukan uji laboratorium demi memastikan penyebab pasti insiden yang menyebabkan puluhan warga bergejala sakit perut, diare, pusing hingga mual tersebut. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr Khamidah Yuliati, mengatakan bahwa sampel makanan dari acara pamitan haji yang digelar pada Minggu (3/5/2026) tersebut telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta.

Sampel yang dikirim antara lain ayam bakar, sambal goreng krecek plus jeroan hingga feses dari salah satu korban.

28 Orang Bergejala

Berdasarkan data sementara pukul 14.20 WIB, tercatat sebanyak 28 orang bergejala. 

"Gejala yang muncul sakit perut, mules, diare, pusing, panas dingin dan demam,"katanya, Senin (4/5/2026). 

Para korban yang bergejala tersebar di beberapa titik penanganan.

Antara lain 20 orang di Posko darurat penanganan Kerpang di Pedukuhan Toragan, 7 orang dirawat RSA UGM, dan 1 orang di Puskesmas Mlati II. Seluruh korban saat ini rawat jalan. 

Kronologi

Peristiwa ini bermula saat warga Toragan, Tlogoadi menggelar syukuran pamitan calon haji di sebuah gedung dakwah pada Minggu (3/5/3026) pagi.

Suguhan makanan di acara tersebut berupa camilan dan nasi kotak yang menggunakan jasa katering asal Klaten.

Camilan berisi lemper, pastel, donat dan sus.

Sedangkan nasi kotak/nasi box didalamnya berisi nasi lauk ayam bakar, krecek plus jeroan, telur rebus, pisang dan lalapan timun. 

Jumlah nasi kotak yang dipesan 250 dan mendapat bonus 6 porsi sehingga totalnya 256.

Jumlah hidangan tersebut dibagikan kepada undangan warga yang hadir kurang lebih 110 orang.

Sisanya dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, Yayasan, Ustaz hingga anak-anak pemain bola warga lokal. 

Baca juga: Puluhan Warga Sleman Diduga Keracunan Setelah Makan di Acara Pamitan Calon Haji

Tuan rumah penyelenggara, Nayuku Bramantyo atau disapa Yoko, mengatakan acara dimulai pukul 08.00 WIB.

Saat memesan nasi kotak, dalam kesepakatannya dikirim pukul 05.30 pagi, tetapi baru sampai dilokasi acara pukul 06.30 WIB.

Ia belum bisa memastikan menu apa yang menimbulkan gejala dugaan keracunan pangan.

Tetapi ia menaruh curiga pada sambal goreng krecek, karena saat hidangan itu disantap rasanya dinilai sudah berbeda. 

"Ada (yang aneh) dari krecek. (Rasanya) itu agak kecut. Bau nggak kelihatan. Tapi rasanya sudah beda," ujarnya. 

Awalnya semua baik-baik saja. Tetapi ia bersama keluarga, setelah menyantap hidangan tersebut mengaku mulai merasakan diare, gejala keracunan pangan, pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Yoko mengaku menjadi korban juga bersama ayah dan adiknya.

Ia berharap pihak katering bertanggungjawab atas terjadinya musibah ini. 

Apalagi hingga Senin siang, pihak katering diakui belum ada iktikad baik menghubungi dirinya.

Ia meminta ada proses hukum. 

"Soalnya sudah banyak korban lho. Saya juga korban, bukan pelaku. Dan kami minta denda, kalau bisa denda," ujar dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved