Kolaborasi Hangat 8TUALLY dan Pak Didik Kulot dalam Karya 'Duren Notopuro'

Duren Notopuro dikerjakan dengan dedikasi tinggi untuk menyampaikan pesan tentang rasa syukur.

Tribun Jogja/dok. Istimewa
Merayakan 'Paseduluran' Lewat Pop Jawa: Kolaborasi Hangat 8TUALLY dan Pak Didik Kulot dalam 'Duren Notopuro.' 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah dinamisnya industri musik digital, semangat kebersamaan atau paseduluran tetap menjadi fondasi kuat bagi para seniman di Yogyakarta untuk berkarya.

Kali ini, grup musik independen 8TUALLY menggandeng sosok pembuat konten yang akrab dengan keseharian masyarakat, Pak Didik Kulot, untuk melahirkan sebuah karya kolaboratif bertajuk Duren Notopuro.

Single yang resmi diperkenalkan pada 27 April 2026 ini bukan sekadar mengejar tren musik Pop Jawa yang tengah naik daun. 

Lebih dari itu, lagu ini menjadi perayaan identitas bagi komunitas Sedulur Kulot Channel (SKC).

Dengan menggandeng Pak Didik Kulot dan istrinya, Mbak Ririn Sulistiana, sebagai vokal utama, 8TUALLY mencoba menangkap esensi kegembiraan yang sederhana namun mendalam.

Duren Notopuro dikerjakan dengan dedikasi tinggi untuk menyampaikan pesan tentang rasa syukur.

Pemilihan judulnya pun tidak sembarang; ia menjadi simbol ikonik yang diharapkan mampu melekat erat di hati para pendengar. 

Musiknya dirancang dengan nuansa Pop Jawa yang ceria, sebuah komposisi yang secara natural mengajak pendengarnya untuk berjoget dan merayakan momen.

Bawa Warna Baru

Perwakilan dari tim 8TUALLY, Lion Bagaskara, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan upaya untuk membawa warna baru yang tetap membumi.

Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya kedekatan emosional dalam karya ini.

"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang segar dan menyenangkan namun tetap terasa dekat dengan keseharian sedulur semua. Kolaborasi dengan Pak Didik memberikan warna yang luar biasa pada proyek ini," ujar Lion Bagaskara.

Keterlibatan Pak Didik Kulot memberikan dimensi unik pada lagu ini.

Sebagai YouTuber yang secara konsisten mendokumentasikan budaya lokal dan keseharian melalui Kulot Channel, kehadirannya memperkuat identitas musik Pop Jawa di kancah digital.

Lagu ini diposisikan sebagai kawan bagi pendengar di waktu santai, sekaligus mempererat ikatan komunitas SKC yang dikenal militan namun tetap menjunjung nilai keramahan.

Baca juga: Pilih Sponsor Pakan Burung, Banditoz Yaow 86 dan Ndarboy Ungkap Rahasia Sukses Lagu "Kicau Mania"

Proses Kreatif

Proses kreatif di balik layar juga melibatkan ekosistem yang solid. Rois Munandar, sang komposer, meramu aransemen yang mengejar suasana ramai dan komunal.

Kesan ramai ini semakin diperkuat dengan kehadiran tim backing vocal yang terdiri dari Pii Kipli, Rizki Dukawan, dan Yoga Bogeng.

Mengenai visi artistik dan representasi sosial dari lagu ini, Rois Munandar mengungkapkan sebuah kutipan yang cukup mendalam mengenai latar belakang penciptaan karya tersebut:

"Kami ingin menciptakan sesuatu yang relatable tapi terasa sangat 'ramai' dan menyenangkan, seperti halnya saat kita berkumpul bersama teman dan keluarga. Dengan genre Pop Jawa dan kehadiran Pak Didik, lagu ini bukan sekadar musik, tapi juga representasi dari kehangatan komunitas SKC," ungkap Rois.

Para pecinta musik sudah dapat mengakses Duren Notopuro sejak 24 April 2026 melalui berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, hingga Joox.

Sebagai pelengkap pengalaman audio, sebuah video klip resmi juga ditayangkan pada hari yang sama pukul 19.00 WIB melalui kanal YouTube 8TUALLY dan Kulot Channel.

Melalui visualisasi dalam video klip tersebut, kolaborasi ini berupaya memotret keceriaan dan kedekatan yang tertuang dalam lirik-liriknya. Bagi 8TUALLY, yang berfokus pada produksi karya vokal inovatif, dan bagi Pak Didik Kulot, yang memiliki basis massa rakyat, Duren Notopuro adalah bukti bahwa musik adalah medium terbaik untuk merawat semangat paseduluran. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved