Arus Mudik 2026

Jalanan di Jogja Bakal Penuh Sesak sampai 29 Maret 2026, Ini Daftar Titik Rawan Macet

Dishub Kota Yogyakarta menyiapkan skenario manajemen rekayasa lalu lintas guna menyambut lonjakan kendaraan selama libur Lebaran. 

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Dok Tribunjogja.com
JOGJA MACET - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyiapkan skenario manajemen rekayasa lalu lintas guna menyambut lonjakan kendaraan di Jogja selama libur Lebaran. Kawasan Gumaton, atau Tugu, Malioboro, dan Keraton Yogyakarta, diprediksi tetap menjadi titik konsentrasi utama kepadatan armada pemudik dan wisatawan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta menyiapkan skenario manajemen rekayasa lalu lintas guna menyambut lonjakan kendaraan di Jogja selama libur Lebaran. 

Kawasan Gumaton, atau Tugu, Malioboro, dan Keraton Yogyakarta, diprediksi tetap menjadi titik konsentrasi utama kepadatan armada pemudik dan wisatawan.

​Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengungkapkan, pola perjalanan di area perkotaan sudah menunjukkan peningkatan yang cukup besar sejak 16 Maret lalu. 

Bahkan, berdasarkan prediksi, arus kendaraan masuk ke Kota Yogyakarta akan tetap tinggi hingga hingga satu pekan ke depan, atau jelang akhir Maret 2026.

​"Dari prediksi kami, termasuk dari Kementerian Perhubungan, puncak arus masuk ke Yogyakarta itu masih tinggi sampai tanggal 28-29 Maret," terangnya, Rabu (18/3/26).

Arif menjelaskan, selain kawasan Malioboro dan Tugu, beberapa titik lain juga dipetakan bakal mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. 

Khususnya, lokasi yang tak jauh dari destinasi wisata, seperti simpang Kridosono, Jalan Pasar Kembang, Titik Nol Kilometer, simpang, Jalan Kauman, hingga seputaran Pasar Ngasem dan Gembira Loka Zoo.

​Menariknya, Kadishub menyebut, penutupan Jembatan Kewek yang tengah berlangsung justru memberikan hikmah tersendiri bagi manajemen lalu lintas

Berdasarkan evaluasi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, kawasan Gardu Anim yang biasanya menjadi langganan macet, justru terpantau lancar.

​"Jadi, pola lalu lintas ini beban yang potensinya cukup tinggi nanti ada di Simpang Ketandan. Ini sedang kami antisipasi dan monitor terus," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved