Arus Mudik 2026

Jika Jalan Solo-Jogja Macet Saat Arus Mudik 2026, Sejumlah U-Turn Akan Ditutup

Ditlantas Polda DIY mulai fokus pengamanan rekayasa lau lintas diperbatasan wilayah DIY-Jawa Tengah untuk menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
(Ilustrasi) Situasi Jalan Solo-Yogyakarta padat oleh kendaraan yang menuju arah timur pada Jumat (07/06/2019). Ditlantas Polda DIY mulai fokus pengamanan rekayasa lalu lintas diperbatasan wilayah DIY-Jawa Tengah (Jateng) untuk menyambut lonjakan arus mudik lebaran 2026. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai fokus pengamanan rekayasa lalu lintas di perbatasan wilayah DIY-Jawa Tengah (Jateng) untuk menyambut lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Fokus utama pengamanan terletak pada sepanjang Jalan Solo-Yogyakarta yang menjadi akses kendaraan dari arah timur, termasuk penyesuaian operasional di Gerbang Tol fungsional baru GT Purwomartani.
 
Penyekatan jalur secara situasional di mayoritas titik putar balik (U-turn) di sepanjang Jalan Jogja-Solo akan dilakukan.

Opsi ini untuk menjaga kelancaran arus kendaraan supaya tidak terhambat oleh aktivitas kendaraan yang memotong jalur.

"Jadi sepanjang 8 kilometer Jalan Solo itu terdapat 12 U-turn atau putar balik. Itu nanti akan kita lakukan rekayasa, kita akan tutup 9 U-turn dari 12," kata Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, Rabu (18/2/2026).

Pihak kepolisian hanya akan menyisakan tiga titik putar balik yang tetap beroperasi secara normal selama masa angkutan Lebaran berlangsung. 

Meski demikian, penutupan ini tidak bersifat permanen dan akan menyesuaikan dengan volume kendaraan di lapangan.

"Jadi cuma ada 3 U-turn yang digunakan yaitu di AAU, kemudian di Telkom, dan Sendang Ayu. Tapi hal itu juga situasional melihat kondisi arus, apabila landai tetap kita buka," ungkapnya.

Selain pengaturan U-turn, Ditlantas Polda DIY turut menaruh perhatian khusus pada potensi antrean di Gerbang Tol Purwomartani. 

Mengingat jarak antara pintu keluar tol dengan jalan arteri cukup pendek, kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus jika terjadi penumpukan kendaraan yang mencapai jalan utama.

"Untuk gerbang tol Purwomartani, jarak antara gate dengan arteri 350 meter. Apabila antrean dari gate sudah mencapai arteri, maka arus akan kita alihkan ke Prambanan, kalau sudah terurai, sudah landai akan kita buka kembali," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved