Arus Mudik 2026

Perbaikan 58 Ruas Jalan di Sleman Dikebut Jelang Arus Mudik Lebaran 2026

58 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 180,84 Km penyangga jalan nasional maupun jalan provinsi, menjadi prioritas utama perbaikan di Sleman

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TAMBAL JALAN - Tim perbaikan jalan dari DPUPKP Kabupaten Sleman sedang menambal lubang jalan di ruas jalan Seyegan menuju arah Tempel, pada Senin (16/3/2026). Pemeliharaan jalan ini bagian dari persiapan pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan pada arus mudik lebaran 1447 H 
Ringkasan Berita:
  • DPUPKP Kabupaten Sleman mengebut pekerjaan pemeliharaan jalan jelang arus mudik-balik Lebaran 2026
  • Prioritas pemeliharaan terhadap 58 ruas (180,84) kilometer yang menjadi jalur utama mudik, akses menuju destinasi wisata maupun jalur alternatif pengalihan arus jika terjadi kemacetan.
  • Selain memperbaiki lubang jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga telah membuat skema jalur alternatif

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengebut pekerjaan pemeliharaan jalan.

Hal itu dilakukan demi menjamin kenyamanan para pemudik yang melintas di wilayah Bumi Sembada pada arus mudik lebaran 1447 H/2026.

Sebanyak 58 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 180,84 kilometer, yang menjadi penyangga jalan nasional maupun jalan provinsi, menjadi prioritas utama yang ditangani. 

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma'ruf, menyampaikan bahwa survei lapangan telah dilakukan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan.

Dari hasil inventarisasi, pihaknya memprioritaskan pemeliharaan terhadap 58 ruas (180,84) kilometer yang menjadi jalur utama mudik, akses menuju destinasi wisata maupun jalur alternatif pengalihan arus jika terjadi kemacetan.

Pihaknya juga menyiagakan tim yang standby dan siap bergerak jika ada aduan kerusakan jalan. 

"Kami memiliki tim on call yang saat libur nanti tetap ready. Jadi sebenarnya kami tidak libur. Jika ada kondisi darurat atau aduan kerusakan, bisa langsung kami tangani," kata Fauzan, Senin (16/3/2026). 

Baca juga: Tol Fungsional Purwomartani Resmi Dibuka, Perjalanan Mudik Jogja-Solo Bisa Hemat Waktu Setengah Jam 

Data Kondisi Jalan

Berdasarkan data survei kondisi jalan di Kabupaten Sleman tahun 2025 panjang jalan Kabupaten 733,67 kilometer.

Dari jumlah tersebut, hanya 68,01 persen (209.04 kilometer) yang kondisi jalan dalam keadaan baik dan 289.90 kilometer dalam kondisi sedang.

Sementara 33,99 persen lainnya dalam kondisi rusak ringan (221.76 kilometer) dan 12.9 kilometer rusak berat. 

Menjelang arus mudik ini, pemeliharaan jalan di 58 ruas yang menjadi prioritas untuk arus mudik terus dikebut.

Progresnya telah mencapai lebih dari 90 persen dengan target zero lubang.

Meski saat ini pengerjaan terus berjalan, Fauzan menekankan terhadap faktor cuaca yang bisa menjadi salah satu tantangan, karena dapat memicu timbulnya lubang secara mendadak.

Karena itu ia mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam melaporkan kondisi jalan.

Laporan harus bersifat objektif agar proses penanganan di lapangan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

"Jangan khawatir jika ada kerusakan, silakan lapor secara objektif agar bisa kami tangani dengan baik," katanya.

PERBAIKAN JALAN - Tim perbaikan jalan dari DPUPKP Kabupaten Sleman sedang menambal lubang jalan di ruas jalan Seyegan menuju arah Tempel, pada Senin (16/3/2026). Pemeliharaan jalan ini bagian dari persiapan pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan pada arus mudik lebaran 1447 H
PERBAIKAN JALAN - Tim perbaikan jalan dari DPUPKP Kabupaten Sleman sedang menambal lubang jalan di ruas jalan Seyegan menuju arah Tempel, pada Senin (16/3/2026). Pemeliharaan jalan ini bagian dari persiapan pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan pada arus mudik lebaran 1447 H (Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin)

Pemetaan Jalur Rawan Macet

Selain memperbaiki lubang jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga telah membuat skema jalur alternatif.

Jalur ini bisa dilewati pemudik untuk mengurangi kepadatan lalulintas dan mengindari kemacetan parah di ruas jalan utama.

Mengingat, sekitar 8,2 juta pemudik diperkirakan akan mendatangi wilayah DIY pada Lebaran tahun 2026 ini. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi sebelumnya mengaku telah memetakan jalur rawan macet, kecelakaan hingga jalan rawan bencana.

Jalur utama seperti Jalan Magelang, Jalan Wates, dan Jalan Solo diprediksi menjadi titik termacet terutama di sekitar Tol Prambanan.

Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan sejumlah ruas jalur alternatif termasuk memanfaatkan gerbang tol Purwomartani - Prambanan yang dibuka fungsional khusus untuk kendaraan yang hendak keluar dari Yogyakarta (entrance).

Terkait kerawanan bencana, Heri mengimbau pemudik waspada terhadap potensi longsor di jalur Tebing Breksi, Prambanan.

Sementara itu, potensi banjir atau genangan air akibat bencana hidrometeorologi diwaspadai di Underpass Kentungan dan Ringroad sekitar UPN.

"Para pemudik diharapkan bisa melihat posisi agar menghindari jalur jalan yang rawan macet, rawan kecelakaan maupun rawan bencana. Untuk yang rawan kecelakaan sebenarnya kami upayakan menambahkan rambu rambu untuk memberikan arah kepada pengguna jalan agar nanti bisa mengurangi yang kecelakaan," ujar dia.

7 Jalur Alternatif di Kabupaten Sleman

  1. Alternatif Magelang Jogja dengan melalui simpang pasar Tempel - Batas kota dengan panjang 22,4 kilometer.
  2. Alternatif Solo Jogja, melalui Jalan Berbah Kalasan - Simpang Blok O dengan panjang jalur 9 kilometer.
  3. Alternatif Wates Magelang, melalui Simpang Tiga Klangon-Simpang empat Tempel dengan panjang jalur 22 kilometer
  4. Alternatif menuju Breksi, melalui Simpang Pasar Prambanan-Breksi dengan panjang jalur 5,4 kilometer
  5. Alternatif Wates-Jogja, melalui Simpang Klangon-Simpang Empat Pelemgurih dengan panjang jalur 15 kilometer
  6. Alternatif Magelang Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Ramayana Bogem dengan panjang jalur 30,6 kilometer
  7. Alternatif bus Magelang- Prambanan, melalui Simpang Pasar Tempel-Simpang Proliman Bogem dengan panjang jalur 28,5 kilometer.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved