Pesan Sri Sultan HB X ke Dirut Baru BPJS: Jamin Kesehatan Mahasiswa Rantau di DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan para mahasiswa dari luar daerah dapat mengakses pelayanan BPJS Kesehatan dengan mudah
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Sri Sultan HB X memastikan para mahasiswa dari luar daerah dapat mengakses pelayanan BPJS Kesehatan dengan mudah selama menempuh pendidikan di DIY.
- Ini selaras dengan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar serta capaian kepesertaan JKN di DIY yang telah menyentuh angka nyaris sempurna, yakni 99 persen.
- Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan para mahasiswa dari luar daerah dapat mengakses pelayanan BPJS Kesehatan dengan mudah selama menempuh pendidikan di DIY.
Komitmen ini selaras dengan predikat Yogyakarta sebagai Kota Pelajar serta capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di DIY yang telah menyentuh angka nyaris sempurna, yakni 99 persen.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (12/3).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum perkenalan Prihati sebagai pimpinan baru di tubuh BPJS Kesehatan.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, seusai mendampingi Gubernur DIY dalam pertemuan tersebut, menyampaikan bahwa Sri Sultan memberikan perhatian khusus terhadap jaminan kesehatan bagi warga pendatang, khususnya mahasiswa.
“Ngarsa Dalem tadi berpesan terkait Yogyakarta sebagai kota pelajar, tentu banyak mahasiswa luar DIY yang ada di sini. Ini menjadi bagian penting, karena mahasiswa pasti bisa sakit, jadi bagaimana mereka bisa mendapatkan fasilitas dari JKN ini,” ungkap Made.
Terkait capaian kepesertaan jaminan kesehatan di DIY, Made menambahkan bahwa Direktur Utama BPJS Kesehatan turut memberikan apresiasi tinggi.
Verifikasi data PBI non-aktif
Sistem verifikasi data peserta di wilayah DI Yogyakarta juga terpantau berjalan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah cakupan kepesertaan kita sudah 99 persen. Soal verifikasi data peserta PBI yang dinonaktifkan, kalau di DIY semua aman, tidak ada kendala,” paparnya.
Merespons hal tersebut, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto berharap capaian cakupan kepesertaan DIY dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Terkait pelayanan bagi mahasiswa luar daerah, ia menjamin fasilitas JKN tetap bisa diakses selama status kepesertaan mereka aktif.
“Sesuai dengan aturan perundangan, ada asas portabilitas, yakni memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah, cepat, dan setara kepada peserta di seluruh wilayah Indonesia. Tentu hal ini juga berlaku di DIY karena mahasiswa yang ada tentu berasal dari berbagai daerah,” papar Akmal.
Mengenai status peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Akmal memastikan bahwa proses aktivasi telah berjalan baik berkat koordinasi lintas kementerian.
“Selama tiga bulan ini, kami monitor secara berkala. Artinya peserta khusus yang penyakit katastropik sudah diaktifkan kembali. Jadi sudah selesai,” imbuhnya.
Mahasiswa cukup ubah faskes
| Polisi Selidiki Pencurian Laptop dan Hp Senilai Rp14 Juta di Asrama Mahasiswa Riau di Yogyakarta |
|
|---|
| Bidik Peluang dari Belasan Negara, Sri Sultan HB X Syaratkan Investasi Hijau di DIY |
|
|---|
| Dua Mahasiswa Peserta Aksi MayDay di Yogyakarta Diduga Alami Kekerasan, Kini Lapor Polisi |
|
|---|
| Mahasiswa PLK UNY Ajak Masyarakat Olah Kulit Bawang Merah Jadi Pupuk Organik |
|
|---|
| 3 Mahasiswa Kasus Aksi 'Magelang Memanggil' Divonis 5 Bulan Penjara, Kampus dan Kuasa Hukum Banding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gubernur-DIY-Sri-Sultan-HB-X-didampingi-direksi-BPJS-Kesehatan-seusai-pertemuan-di-Kepatihan.jpg)