Aktivitas Gunung Merapi Kamis 12 Maret 2026: Teramati 5 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter, Kamis (12/3/2026)

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/BPPTKG Yogyakarta
Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini, Kamis (12/3/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (12/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk pengamatan kegempaan, tercatat 46 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-17 mm dan lama gempa 45.25-189.22 detik.

 Selain itu, tercatat 12 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-39 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 17.83-46.84 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlhat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Cuaca berawan dan angin tenang ke arah timur.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi berawan.

Suhu udara sekitar 17.5-19.4°C. Kelembaban 84-99 persen. Tekanan udara 872.2-915.6 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Kamis 12 Maret 2026: Potensi Hujan Ringan Merata di Seluruh Wilayah

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved