Jelang Idulfitri 2026, Penjualan Pakaian di Pasar Imogiri Bantul Mulai Meningkat

Sejak minggu kedua Ramadan 2026, pedagang baju lebaran di Pasar Imogiri Bantul mulai mengalami peningkatan pembeli baju muslim.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Nanuk (68), penjual pakaian di Pasar Imogiri, sedang melihatkan pakaian muslim Idulfitri 2026 di tempat usahanya, Minggu (8/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Penjualan baju lebaran di Pasar Imogiri Bantul jelang Idulfitri 2026 mulai mengalami peningkatan
  • Peningkatan dirasakan dibanding hari-hari biasa, namun belum sebanyak tahun-tahun sebelumnya

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Momen jelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026, memberikan angin segar bagi sejumlah pedagang pakaian di Pasar Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Sejak minggu kedua Ramadan 2026, mereka mulai mengalami peningkatan pembeli baju muslim.

Nanuk (68), penjual pakaian di Pasar Imogiri, merasa senang setidaknya ada sekitar 15 potong pakaian muslim per hari yang terjual saat momen menjelang Idulfitri 2026. Jumlah itu meningkat daripada hari-hari biasa.

"Kalau hari biasa gitu ya enggak tentu pembelinya. Kadang laku kadang enggak. Tapi, saya juga jual baju-baju selain gamis muslim," katanya, di Pasar Imogiri, Minggu (8/3/2026).

Pada momen menjelang Idulfitri tahun ini, terdapat model baju yang sedang menjadi tren.

Baju tersebut bernama bini orang. Harga jualnya pun bervariasi dan mulai dari Rp150 ribu sampai Rp170 ribu per potong.

"Ini barangnya dari Klewer (Solo) dan Pekalongan. Untuk stoknya masih aman dan siap menerima permintaan pasar," tutur dia.

Kendati begitu, sampai saat ini, Nanuk masih terus menanti pelanggan setianya.

Sebab, pada momen menjelang Idulfitri tahun lalu, bisa menjual sekitar puluhan hingga ratusan potong baju muslim.

"Ini bukan pamer ya, kalau sebelumnya Lebaran kurang seminggu itu juga bisa habis 100 potong baju. Tapi, kalau sekarang ya masih ditunggu nanti bisa laku berapa banyak," ucapnya.  

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan di Argomulyo Bantul: Pelaku Ternyata Rekan Korban, Emosi Gegara Tersinggung

Tak Sebanyak Tahun Sebelumnya

Senada, Sumardio (78), mengaku, kini merasakan adanya peningkatan pembelian baju muslim laki-laki dibandingkan hari-hari biasa. 

Namun, jumlah peningkatan tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Sebelum Covid-19, itu pembelinya berkali-kali lipat dari sekarang. Kalau sekarang menjelang Lebaran Idulfitri, satu hari paling laku sekitar satu atau dua potong baju koko," jelasnya.

Menurutnya, minat belanja pakaian muslim tahun ini menurun dibandingkan momen serupa pada tahun-tahun sebelumnya dikarenakan situasi ekonomi yang tidak stabil.

"Ya mungkin ini karena situasi ekonomi. Tapi, ya nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Mudah-mudahan minat belanja pakaian menjelang Idulfitri tahun ini meningkat," tandasnya.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved