Kronologi Detik-detik Batu Besar Hantam Rumah Warga di Sriharjo Bantul

Batu berukuran besar menimpa satu rumah milik Djuradi, Ketua RT 5, Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
BATU BESAR - Kondisi terkini rumah milik Djuradi di RT 5, Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta usai dihantam batu besar, Rabu (4/3/2026). 

"Kalau untuk keperluan MCK gitu kebetulan di dekat sini ada kali (aliran air sungai). Jadi cuci-cuci di situ. Semua di situ. Kalau kebutuhan minum ambil dari mata air. Kan di atas tebing ada mata air. Sebenarnya ada PAM, tapi kan putus karena tergulung batu ini," jelasnya.

Sampai saat ini, ia dan keluarga memilih untuk tetap berada di lokasi dan tidak mengungsi.

Sebab, rumah itu menjadi warisan keluarga turun temurun, sehingga tidak ingin ditinggalkan.

Bahkan, sementara ini, batu tersebut dibiarkan begitu saja karena tidak bisa dipindah.

"Batu itu enggak bisa dipatah. Karena ini batunya besar banget. Enggak diukur berapa lebar sama diameternya. Tapi ini lagi dibersihkan. Kemarin juga warga dua RT sudah gotongroyong ke tempat saya untuk bersihkan patahan batu sama tempat yang kena batu," katanya.

Kendati begitu, pihaknya sudah mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah berupa logistik makanan dan terpal.

Namun, pihaknya berharap ke depan ada bantuan untuk pembangunan kamar mandi, dikarenakan kamar mandi menjadi kebutuhan penting sehari-hari.

"Kalau bisa pemerintah bantu memikirkan kebutuhan kamar mandi. Barang kali pemerintah bisa mengusahakan, kami mengucapkan banyak terima kasih. Ini yang kacau sekali kamar mandi, mbak," tutur dia.

BATU SEMOBIL - Kondisi terkini rumah milik Djuradi di RT 5, Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta usai dihantam batu, Rabu (4/3/2026).
BATU SEMOBIL - Kondisi terkini rumah milik Djuradi di RT 5, Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta usai dihantam batu, Rabu (4/3/2026). (Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana)

Respon BPBD Bantul

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, mengetahui kejadian itu dan telah dilakukan kerja bakti perbaikan dan pembuatan saluran irigasi.

"Batu itu kan besar, kalau mau dipecah tidak mungkin karena takut membahayakan rumah. Jadi, sementara kami biarkan batu itu dan sementara kan di atas masih ada batu juga yang bisa berpotensi jatuh. Saran dari masyarakat, batu itu tidak dipindah dan dipecah," ujar dia.

Namun demikian, pihaknya tetap memantau lokasi tersebut secara berkala.

Termasuk dengan batu yang berada di bagian atas tebing.

Apabila membahayakan rumah dan warga setempat, maka akan dilakukan tindak lanjut. Adapun ukuran batu tersebut lebih dari tiga kali dua meter.

"Kemarin saya sudah bertemu pemilik rumah (Pak Djuradi). Kami menyarankan, sementara mereka relokasi atau mengungsi dulu. Kemarin sudah bersedia untuk mengungsi di tempat orang tuanya di bawah, sehingga nanti posisinya aman. Kami juga sudah koordinasi dengan Bu Lurah Sriharjo agar pemilik rumah mengungsi, sembari melihat perkembangan lokasi," terangnya.

Pihaknya pun telah memberikan sejumlah kebutuhan logistik makanan kepada warga terdampak. Hanya saja, terkait rencana ada atau tidaknya pembangunan kamar mandi hingga dapur di rumah Djuradi, Mujahid mengaku belum bisa memastikannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved