Menatap Pemilu 2029, DPW PKB DIY Perkuat Kalangan Perempuan dan Pemuda di Kepengurusan

Total pengurus DPW PKB DIY mencapai 60 orang, yang mana 53 persen diisi oleh kalangan perempuan dan anak muda.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Miftahul Huda
KONSOLIDASI: Para kader dan pengurus parpol PKB se-DIY menggelar konsolidasi untuk Pemilu 2029, Minggu (1/3/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan perempuan dan pemuda diprediksikan bakal menjadi ceruk suara terbanyak pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang. Survei ini menjadi dasar DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY mengisi 50 persen lebih pengurus partai dari kalangan perempuan dan anak muda.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menyampaikan total pengurus DPW PKB DIY mencapai 60 orang, yang mana 53 persen diisi oleh kalangan perempuan dan anak muda.

Perebutan suara perempuan dan anak muda

Dia menilai Pemilu 2029 menjadi arena pertarungan yang sangat kuat, terutama memperebutkan suara perempuan dan anak-anak muda.

“Makanya sesuai arahan DPP PKB, kami banyak perempuan,” ujarnya, saat rapat Konsolidasi DPW, DPC dan PAC se-DIY, Minggu (1/3/2026).

Melalui konsolidasi ini, pihaknya telah membentuk tim penataan struktur yang menjaring nama-nana calon Ketua DPC di lima kabupaten/kota yang ada di DIY.

Pihaknya juga menetapkan sejumlah kriteria untuk calon Ketua DPC sesuai dengan arahan pimpinan partai.

“Lalu berikutnya seperti kami sampaikan dalam forum Muskerwil bahwa DPW PKB segera mengadakan Muskerwil lanjutan karena kemarin baru pada proses awal, yaitu khusus nanti penataan caleg atau pencalegan dini,” ujarnya.

Umaruddin menyampaikan, DPW PKB DIY telah mengirim surat kepada semua DPC untuk segera membuat peta analisis Dapil berdasarkan basis suara tiap TPS.

Harus jadi solusi

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa PKB, Nihayatul Wafiroh, saat membacakan amanat Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, menyampaikan dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi global bergejolak, konflik terjadi di banyak kawasan, perubahan iklim nyata di depan mata, dan kepercayaan rakyat terhadap politik terus diuji. 

Indonesia menurutnya relatif stabil, tetapi rakyat kita ingin lebih dari sekadar stabil. Rakyat ingin hidupnya lebih pasti, lebih adil, dan lebih bermartabat.

“Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh menjadi politik yang biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi, dan PKB adalah Solusi Bangsa. Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu saja. PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, kekuatan politik yang nyata-nyata menentukan arah, menggerakkan perubahan, dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” jelasnya.

Dia menuturkan PKB tidak cukup dipimpin oleh politisi biasa. Politisi fokus hanya pada kontestasi, pemimpin fokus pada tanggung jawab, negarawan fokus pada masa depan bangsa bahkan ketika itu tidak selalu menguntungkan dirinya. 

“Menang pemilu bukan ambisi pribadi. Sekali lagi, menang pemilu bukan ambisi pribadi, tetapi kewajiban politik agar nilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan. Karena itu, struktur harus ditata dan digerakkan,” tegasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved