Jelang Mudik Lebaran 2026, 10 Persen Jalan Nasional di DIY Berlubang

Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai melakukan survei kesiapan jalan menjelang arus mudik 2026.

|
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Alexander Aprita
JALAN RUSAK - (Ilustrasi) Kondisi lubang di Jalan Nasional Wates-Yogyakarta wilayah Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Jumat (02/01/2026). Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai melakukan survei kesiapan jalan menjelang arus mudik 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyampaikan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta mencapai 10 persen. 
  • Keberadaan lubang-lubang pada jalan tersebut dipengaruhi tingginya intensits hujan beberapa hari terakhir.
  • Kondisi itu ditemui di antara ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda DIY mulai melakukan survei kesiapan jalan menjelang arus mudik 2026.

Mereka menemukan lubang di beberapa ruas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyampaikan jalan rusak di sejumlah ruas wilayah Yogyakarta mencapai 10 persen. 

Kemunculan lubang-lubang pada jalan itu dipengaruhi tingginya intensits hujan beberapa hari terakhir.

Lubang-lubang itu ditemui di antara ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, hingga perbatasan Purworejo. 

Widya menuturkan, survei ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengendara jalan, terutama menjelang peningkatan volume kendaraan di masa libur Lebaran 2026.

"Tadi masih ada lubang-lubang 10 persen, itu adalah lubang-lubang karena curah hujan sangat tinggi ya terutama karena musuhnya aspal adalah air hujan," kata Widya, melalui pesan WA, Sabtu (28/2/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut sebenarnya sudah mencapai 90 persen.

Namun, Widya memberikan catatan khusus terkait munculnya titik-titik kerusakan baru yang cukup parah di sekitar Simpang Ngelo, Sentolo, Kulon Progo.

"Sebelum Simpang Ngelo kalau dari timur ya, itu parah banget, lubangnya, kita panen lubang tadi. Dan kita tandai dengan pilox-pilox sih tadi," ucapnya.

Disampaikan Widya, kerusakan tersebut seringkali muncul secara mendadak bahkan dengan kedalaman yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan, terutama bagi pengendara roda dua.

Marka jalan pudar

Selain kondisi aspal, survei ini turut menyisir kelengkapan fasilitas jalan lainnya seperti marka, rambu lalu lintas, hingga fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). 

Anggota lalu lintas juga menemukan adanya penurunan kualitas marka jalan yang sudah mulai memudar serta gangguan pada rambu lalu lintas di titik tertentu.

“Marka kayak zebra cross, kemudian marka stop line ya marka simpang itu banyak yang sudah pudar juga udah tadi kita sampaikan,"ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved