Gulirkan 'Lansia Care', Pemkot Yogya dan Muhammadiyah Jalin Sinergi Berdayakan Warga Sepuh
Pemkot Yogyakarta menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta untuk memperkuat program pemberdayaan kelompok lanjut usia
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta untuk memperkuat program pemberdayaan kelompok lanjut usia (lansia).
Sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, sosial, hingga pengelolaan lingkungan, Kamis (26/2/26) sore.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, mengungkapkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan sosial di tengah masyarakat.
Bukan tanpa alasan, Kota Yogyakarta dan DIY pada umumnya, merupakan wilayah dengan proporsi penduduk lanjut usia tertinggi di Indonesia, mencapai lebih dari 16 persen pada 2025
"Lansia di Yogyakarta ini sangat banyak dan termasuk kelompok rentan jika tidak diperhatikan. Maka, Pemkot memandang Muhammadiyah memiliki kemampuan untuk itu, dan kami sudah mulai bergerak," ujarnya.
Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah program Lansia Care, dengan menyasar sekitar 1.600 warga sepuh yang kondisinya sudah sangat terbatas dan membutuhkan penanganan khusus.
Untuk menggulirkan program tersebut, pihaknya menerjunkan Majelis Pembina Kesehatan Umum (PKU), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (PKS).
"Penanganan khusus ini berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan pembinaan rohani. Sinergi dengan Pemkot sangat dibutuhkan karena Muhammadiyah tidak bisa sendirian, begitupun Pemkot. Kami menjadi partner untuk membantu program-program pemerintah," jelasnya.
Baca juga: Bukan di Akses Tol Timur, Titik Macet Mudik DIY Diprediksi Bergeser ke Wilayah Tempel
Kerja sama pun diawali dengan kucuran bantuan dari Lazizmu Kota Yogyakarta, berwujud kemasan sembako dan lain-lain senilai Rp200 ribu per paket untuk para lansia di Kelurahan Brontokusuman.
Menurutnya, sepanjang tahun lalu, Lazismu telah menggelontorkan dana sebesar Rp8,4 miliar untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di penjuru Kota Yogyakarta.
"Itu semua karena kepercayaan, karena amanah yang sangat besar dari masyarakat. Maka, kembali kepada masyarakat, dimanfaatkan untuk masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Aris berujar, selain fokus pada kelompok lansia, kerja sama ini juga merambah pada isu lingkungan yang tengah menjadi sorotan, yakni pengelolaan sampah dan kebersihan sungai.
Dalam urusan sampah, Muhammadiyah menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk menciptakan skema pengelolaan efektif guna membantu mengurangi beban sampah di Kota Yogyakarta.
"Kami juga ada program bersih-bersih sungai. Kami memiliki beberapa masjid yang lokasinya di pinggir sungai. Nanti akan dikapling-kapling tanggung jawabnya. Jadi, digarap bersama masyarakat sekitar dan Pemkot," cetusnya.
Sementara, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berujar, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, sehingga harus bekerja sama dengan banyak pihak.
| Langkah Pemkot Yogyakarta Antisipasi Kenaikan Kasus Campak, Vaksinasi Jadi Poin Krusial |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Gulirkan Program Pelatihan Kerja Gratis, Ada Kursus Bahasa Jepang hingga AI |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Hanya Ajukan 36 Formasi CPNS 2026, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Raih WTP ke-17, Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan Daerah |
|
|---|
| Mobil Dinas Wali Kota Yogyakarta Ikut Terdampak Plafonisasi, Cuma Dijatah BBM 5 Liter Per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Gulirkan-Lansia-Care-Pemkot-Yogya-dan-Muhammadiyah-Jalin-Sinergi-Berdayakan-Warga-Sepuh.jpg)