Wadahi Potensi Atlet Menembak, Yogyakarta Bakal Punya Mini Stadium Shooting Indoor

Sebuah mini stadium yang dilengkapi fasilitas shooting indoor bertaraf internasional siap dihadirkan di Yogyakarta

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Pertemuan lintas organisasi membahas pembangunan Mini Stadium Shooting Indoor di Yogyakarta, di Kawedanan Sasana Pura Kraton Yogyakarta, Rabu (25/2/26). 

TRIBUNJOGJA.COM - Penguatan dan pematangan potensi atlet olahraga menembak di Yogyakarta mulai digodok secara serius.

Bangun shooting indoor

Tak main-main, sebuah mini stadium yang dilengkapi fasilitas shooting indoor bertaraf internasional siap dihadirkan untuk upaya tersebut.

Bukan angan semata, komitmen mencuat dalam pertemuan lintas organisasi yang berlangsung di Kawedanan Sasana Pura Kraton Yogyakarta, Rabu (25/2/26) lalu.

Pertemuan dihadiri Ketua Umum Pengda Perbakin DIY, KPH Purbodiningrat; Ketua Umum AWMI, Dewanto P. Siregar; Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu, Immanuel Alfridon Opungsunggu; serta perwakilan Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial), Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti.

Ketua Umum AWMI, Dewanto P. Siregar, berujar, selain mengejar prestasi, pembangunan ini sekaligus menjadi upaya mengawinkan potensi olahraga dengan pariwisata atau sport tourism.

​Area mini stadium pun dirancang futuristik, dengan tribun penonton nyaman, hingga sistem monitor skor digital terintegrasi, untuk menjadikannya wadah kompetisi bergengsi yang aman bagi publik.

​"Yogyakarta punya daya tarik wisata yang kuat. Dengan fasilitas olahraga standar internasional, kita bisa menarik minat wisatawan sekaligus membina atlet berbakat, khususnya di cabang tembak reaksi," ujar Dewanto, Kamis (26/2/26).

Sarpras mumpuni jadi kunci

Ketua Umum Pengda Perbakin DIY, KPH Purbodiningrat, menandaskan, ketersediaan sarana prasarana yang mumpuni, terutama lapangan indoor, adalah kunci agar latihan atlet muda tidak terhambat faktor cuaca.

​Menurutnya, Yogyakarta harus memiliki standar pembinaan yang berkelanjutan agar mampu berbicara banyak di kancah nasional seperti PON, maupun level internasional.

​"Pembangunan fasilitas latihan yang representatif adalah langkah strategis. Kita kan butuh sarana yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas atlet daerah agar siap bersaing," tegasnya.

​Lebih lanjut, pihaknya berharap regenerasi atlet dapat berjalan terukur, sehingga kedepannya Yogyakarta tetap menjadi barometer olahraga menembak tanah air.

Dengan sinergitas ini, Yogyakarta pun bakal memantapkan posisinya sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet menembak masa depan Indonesia. 

"Sehingga DIY tidak hanya sekadar menjadi partisipan, tetapi menjadi gudang atlet menembak nasional yang mampu bicara banyak hingga kompetisi internasional," tandasnya.

Menariknya, rangkaian pembinaan atlet muda di fasilitas yang dibangun di kawasan Babarsari, Sleman ini, turut melibatkan aspek psikologi olahraga secara mendalam. 

Perwakilan Dispsial TNI AL, Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, menekankan, seorang juara tidak hanya lahir dari kemahiran menarik pelatuk, tapi juga ketenangan mental.

​"Keberhasilan atlet menembak adalah kombinasi antara skill teknis dan ketenangan jiwa. Di situlah peran psikologi olahraga masuk," ucapnya

"Seorang penembak jitu lahir dari kedisiplinan serta dukungan infrastruktur yang memungkinkan mereka berlatih dalam kondisi yang menyerupai simulasi pertandingan," pungkas Bayu. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved