Ramadan 2026
Pengalaman Mistis dan Mendebarkan Petugas Pemeriksa Jalur KA di Yogyakarta
Menjalani ibadah puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
- Menjadi seorang PPJ, ia bertanggung jawab memeriksa dan memastikan jalur aman dilewati kereta api.
- Setiap hari, Rahmat berjalan kaki untuk memeriksa rel, bantalan, balas, dan bangunan yang ada di sekitar jalur.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjalani ibadah puasa tidak menghalangi Rahmat Haryanto menjalankan tugasnya sebagai Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Sebagai PPJ, ia bertanggung jawab memeriksa dan memastikan jalur aman dilewati kereta api.
Rahmat berjalan kaki untuk memeriksa rel, bantalan, balas, dan bangunan yang ada di sekitar jalur.
Setiap hari, ia memeriksa jalur petak Lempuyangan-Maguwoharjo sepanjang 6,8 kilometer sekali jalan.
Artinya setiap melakukan pemeriksaan pulang pergi sekitar 13,6 kilometer.
“Untuk pemeriksaan sore dikasih waktu 1 jam 40 menit, untuk malam diberi waktu 2 jam. Tugasnya mengecek secara langsung kondisi rel, jika ada kerusakan langsung diperbaiki. Paling sering itu penambat kendor. Nanti langsung diperbaiki pakai kunci inggris,” katanya saat ditemui di Stasiun Lempuyangan, Selasa (24/2/2026).
Sebelum bertugas, ia harus melapor ke pengawas peron dan menyiapkan beberapa peralatan yang dibawa.
Bawa peralatan wajib
Peralatan yang wajib dibawa adalah kunci inggris, bendera, alat komunikasi seperti Handy Talky (HT) dan handphone.
Ia juga mengenakan helm dan sepatu pengaman.
Setelah persiapan selesai, ia mengisi kuesioner dan mulai memeriksa jalur kereta api.
Ia pun tetap menjalankan ibadah puasa. Baginya, tidak ada perbedaan signifikan.
Ayah tiga anak itu pun tetap kuat berpuasa meski berjalan 13,6 km dalam setiap tugasnya.
“Biasanya sampai di tengah petak Mungkin berhenti di PJL (Petugas Jaga Lintasan), minum, ngobrol, makan ringan. Tetapi kalau bulan puasa, cuma berhenti sebentar (di PJL), tapi nggak minum, nggak makan, lanjut jalan lagi,” terangnya.
Agar tetap kuat menjalani puasa, ia mengoptimalkan waktu berbuka puasa dan sahur.
Cukup istirahat juga menjadi kunci agar staminanya terjaga ketika bertugas, termasuk mengonsumsi vitamin.
Hujan tak jadi penghalang
Hujan pun tidak menghalangi pekerjaannya. Ketika hujan, ia menggunakan jas hujan dan payung untuk mengantisipasi hujan disertai petir.
“Tantangannya harus konsentrasi penuh dan tetap fokus dalam melakukan pemeriksaan jalur. Jangan sampai temuan kecil tidak terekspos, tidak terlaporkan. Takutnya, begitu kita melewati temuan itu semakin membahayakan perjalanan kereta api,” terangnya.
Sekitar 13 tahun ia menekuni profesi ini. Tentu ada banyak cerita yang berkesan.
Tak sekadar mengecek dan memastikan jalur KA, ia juga memberikan edukasi kepada anak-anak yang ada di sekitar jalur.
Memberikan edukasi justru menjadi pengalaman menyenangkan baginya.
Pengalaman tak terlupakan
Pengalaman mendebarkan juga pernah ia alami.
Ia pernah bertemu dengan seseorang yang ingin mengakhiri hidup di petak yang diperiksa.
Beruntung ia akhirnya berhasil menggagalkan niatan orang itu.
Selain itu, ia pun pernah mengalami pengalaman mistis.
Ketika bertugas di Solo, ia hampir tertemper kereta karena tidak mendengar suara kereta.
Padahal, seharusnya suara kereta terdengar, pun lampu kereta juga mestinya menyorot terang.
Pengalaman mistis lainnya ia alami saat melakukan pemeriksaan di petak Purwosari-Gawok.
Di sekitar jalur tersebut ada gubuk di tengah-tengah kebun tebu.
Kala itu, sekitar 03.00 dini hari, ia mendengar suara orang yang sedang asyik mengobrol.
Awalnya merasa senang karena merasa ada teman. Ia pun menyapa orang yang berada di gubuk itu.
Namun hingga tiga kali sapaan tak ada jawaban. Ketika menyoroti area gubuk, rupanya tidak ada siapapun. Tak ambil pusing, ia melanjutkan pekerjaannya.
“Setiap penugasan yang diterima oleh pekerja kereta api adalah amanah, dan harus diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.
| Jadwal Buka Puasa Bantul DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Jogja DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Gunungkidul DI Yogyakarta Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petugas-Pemeriksa-Jalur-PPJ-Daop-6-Yogyakarta-Rahmat-Haryanto-36-berjalan-kaki.jpg)