Ramadan 2026

Malam Ini, 8.264 Masjid NU di DIY Serentak Gelar Salat Tarawih Perdana

Pelaksanaan ibadah malam ini menandai dimulainya puasa Ramadan bagi warga Nahdliyin pada esok hari, Kamis (19/2/2026).

Dok. Tribunjogja.com
ILUSTRASI - Ramadan 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 8.264 masjid yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijadwalkan serentak melaksanakan salat Tarawih perdana, Rabu (18/2/2026) malam ini. 
  • Pelaksanaan ibadah malam ini menandai dimulainya puasa Ramadan bagi warga Nahdliyin pada esok hari, Kamis (19/2/2026)
  • Penetapan awal Ramadan bagi warga NU merujuk keputusan PBNU serta hasil sidang isbat Pemerintah melalui Kementerian Agama yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2/2026) malam. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 8.264 masjid yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan tersebar di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijadwalkan serentak melaksanakan salat Tarawih perdana, Rabu (18/2/2026) malam ini. 

Jumlah tersebut mencakup 2.469 masjid di Kabupaten Sleman, 2.115 di Bantul, 2.025 di Gunungkidul, 1.127 di Kulon Progo, serta 528 masjid di Kota Yogyakarta

Pelaksanaan ibadah malam ini menandai dimulainya puasa Ramadan bagi warga Nahdliyin pada esok hari, Kamis (19/2/2026).

Selisih satu hari setelah warga Muhammadiyah yang telah lebih dulu memulai salat Tarawih di sekitar 1.300 masjid pada Selasa (17/2/2026) malam.

Sesuai Hasil Sidang Isbat

Penetapan awal Ramadan bagi warga NU ini merujuk pada keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta hasil sidang isbat Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag( yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2/2026) malam. 

Berdasarkan otoritas tersebut, 1 Ramadan 1447 Hijriah resmi jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Ahmad Zuhdi Muhdlor, mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur ibadah di bawah naungan NU telah bersiap melaksanakan Tarawih malam ini.

Data jumlah masjid tersebut merupakan pemutakhiran terakhir yang dilakukan organisasi pada tahun 2024.

"Total ada 8.264 masjid NU di DIY yang akan melaksanakan Tarawih malam ini. Jumlah masjid itu berdasarkan data terakhir di tahun 2024," ujar Ahmad Zuhdi Muhdlor, Rabu (18/2/2026).

Kondisi DIY yang heterogen membuat perbedaan awal Ramadan menjadi pemandangan yang lazim ditemui.

Di saat ribuan masjid NU baru bersiap malam ini, sebagian umat Islam lainnya yang terafiliasi dengan Muhammadiyah justru telah memasuki hari pertama puasa pada Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Alasan Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 2026 pada 19 Februari, Ini Penjelasan Menteri Agama

Muhammadiyah Tarawih Lebih Dulu

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Yayan Suryana, menjelaskan bahwa meski data resmi dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM) mencatat 597 masjid, namun fakta di lapangan menunjukkan jumlah yang jauh lebih besar. 

Hal ini disebabkan banyaknya masjid yang secara administratif (nadzir) bukan milik Muhammadiyah, namun secara praktik mengikuti metode organisasi tersebut.

"Kalau jumlah masjid yang tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM) baru mencapai 597. Namun, terkait masjid Muhammadiyah yang telah melaksanakan Tarawih diperkirakan ada sekitar 1.300 masjid. Di DIY banyak masjid yang nadzirnya bukan Muhammadiyah, tetapi praktik keagamaan menyesuaikan dengan cara dan praktik keagamaan Muhammadiyah," jelas Yayan.

TARAWIH: Jemaah Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta  melaksanakan ibadah salat tarawih perdana di bulan suci Ramadan 2026, Selasa (17/2/26).
TARAWIH: Jemaah Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta melaksanakan ibadah salat tarawih perdana di bulan suci Ramadan 2026, Selasa (17/2/26). (Tribun Jogja/Azka Ramadhan)
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved