Update Aktivitas Gunung Merapi 12 Februari 2026: Tercatat 14 Kali Gempa Guguran

cuaca di seputaran Gunung Merapi sedari dini hari tadi cenderung mendung, dengan angin yang dominan bertiup lemah ke arah timur. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/IST
MERAPI: Foto dok ilustrasi Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi (2968 mdpl) terpantau mengalami 14 kali gempa guguran (Amplitudo: 3-22 mm, Durasi: 60.66-193.58 detik).

Belasan aktivitas kegempaan tersebut tercatat pada pagi ini, sepanjang periode masa pengamatan Kamis (12/2/26), pukul 00.00-06.00 WIB. 

Hingga kini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu.

Adapun cuaca di seputaran Gunung Merapi sedari dini hari tadi cenderung mendung, dengan angin yang dominan bertiup lemah ke arah timur. 

Sementara itu, suhu udara berada di kisaran 17.9-20.7 °C, kelembaban udara 81-99 persen, kemudian tekanan udara antara 873.3-915.7 mmHg. 

Lebih lanjut, BPPTKG memaparkan potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Kemudian, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved