Sambut Imlek, KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah 4 KA Tambahan

Ada 4 KA tambahan keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta, di antaranya Jogja-Gambir, Solo-Bandung, Batavia, dan Sancaka fakultatif.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
KERETA TAMBAHAN: Manages Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih saat ditemui dalam Media Talk, Selasa (10/2/2026). KAI menambah 4 kereta tambahan di libur Imlek. 
Ringkasan Berita:
  • KAI Daop 6 Yogyakarta menambah empat kereta api tambahan untuk libur Imlek 2026
  • Empat KA tambahan keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta, di antaranya Jogja-Gambir, Solo-Bandung, Batavia, dan Sancaka fakultatif. Tambahan ini melengkapi 27 KA reguler di Daop 6 Yogyakarta. 
  • KAI juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi dan telah bersinergi dengan BMKG DIY.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyambut libur Imlek 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta menambah empat kereta api tambahan. Penambahan empat KA tersebut diharapkan dapat menambah kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang akan berlibur ke DIY dan sekitarnya.

Manager Huma KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan ada 27 KA reguler keberangkatan awal Daop 6 Yogyakarta yang melayani penumpang. Namun pada momen libur panjang Imlek, pihaknya menambah empat KA tambahan.

Empat kereta tambahan

"Untuk libur Imlek ada empat KA tambahan keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta, diantaranya Jogja-Gambir, Solo-Bandung, Batavia, dan Sancaka fakultatif. Tambahan ini melengkapi 27 KA reguler di Daop 6 Yogyakarta. Harapannya bisa menambah kenyamanan wisatawan dan masyarakat yang berlibur  ke Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya," katanya, Selasa (10/2/2026).

Ia menyebut selama libur panjang Imlek ini, tidak ada kenaikan harga tiket KA. Pihaknya tetap mengacu pada tarif batas atas dan tarif batas bawah.

"Tidak ada kenaikan (harga tiket KA), tetap mengacu pada tarif batas atas dan tarif batas bawah. Karena masa libur long weekend itu merupakan high season, kami tidak ada kenaikan," sambungnya.

Antisipasi jalur rawan bencana

Tahun Baru Imlek memang identik dengan curah hujan tinggi. Apalagi puncak musim hujan di DIY diperkirakan terjadi hingga Februari. Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya telah bersinergi dengan BMKG DIY.

Melalui kolaborasi tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta dapat mengetahui curah hujan dan cuaca ekstrem secara realtime. 

Di samping itu, pihaknya juga telah menyiagakan petugas ekstra untuk memantau titik-titik rawan di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Petugas tersebut akan siaga selama 24 jam untuk melakukan pemantauan.

"Titik rawan memang tidak spesifik, namun kami sudah menyiagakan petugas ekstra. Ada 15 petugas ekstra yang kami siagakan," imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved