BI DIY Proyeksikan Ekonomi DIY Tumbuh Positif di Kisaran 4,9-5,7 Persen Tahun 2026

BI DIY menyatakan faktor pendorong perekonomian DIY sepanjang tahun 2025 antara lain adalah permintaan domestik yang masih kuat

Tayang:
Dok.Istimewa
Foto dok ilustrasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo 
Ringkasan Berita:
  • Ekonomi DIY secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh akseleratif sebesar 5,49 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2024 sebesar 5,03 persen (yoy).
  • BI DIY menyatakan faktor pendorong perekonomian DIY sepanjang tahun 2025 antara lain adalah permintaan domestik yang masih kuat disertai dengan kenaikan pendapatan UMP 2025 sebesar 6,5 persen. 
  • Bank Indonesia DIY optimistis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 diprakirakan positif pada kisaran 4,9-5,7 persen (yoy). 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,94 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,40 persen (yoy). 

Dengan perkembangan tersebut, ekonomi DIY secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh akseleratif sebesar 5,49 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2024 sebesar 5,03 persen (yoy).

Faktor pertumbuhan ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan faktor pendorong perekonomian DIY sepanjang tahun 2025 antara lain adalah permintaan domestik yang masih kuat disertai dengan kenaikan pendapatan UMP 2025 sebesar 6,5 persen.  

"Selain itu, pembangunan infrastruktur fisik dan konstruksi masih berlanjut. Kemudian peningkatan kinerja pariwisata, peningkatan alokasi dana pemerintah dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional MBG, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian pasca fenomena El-Nino," katanya, Jumat (6/2/2026).

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi DIY sepanjang tahun 2025 tertahan oleh pengaruh dinamika ketidakpastian geopolitik di tengah konflik yang berlangsung, serta kebijakan efisiensi dan pembatasan agenda MICE pemerintah yang berdampak terhadap perlambatan sektor perhotelan.

Optimistis tumbuh positif

Mencermati kondisi terkini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY optimistis pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 diprakirakan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada kisaran 4,9-5,7 persen (yoy). 

Beberapa faktor pendorong pertumbuhan ekonomi DIY yang tetap kuat terutama didukung oleh aktivitas domestik yang masih terjaga seiring dengan masih kuatnya konsumsi masyarakat disertai dengan kenaikan UMP DIY 2026.

Di samping itu, ada penguatan interkoneksi antarwilayah, khususnya Jogja, Solo, dan Semarang (Joglo-Semar), serta masih ada potensi perluasan pasar ekspor baru, sejalan dengan telah ditandatanganinya perjanjian IEU-CEPA.

"Di sisi lain, terdapat beberapa tantangan yang berasal dari perekonomian global maupun domestik perlu diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi DIY yang berkualitas dan berkesinambungan tetap terjaga," terangnya.

Pihaknya pun siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY untuk memperkuat perekonomian DIY.  Adapun kolaborasi yang dijalankan meliputi akselerasi konektivitas antar daerah, integrasi transportasi, dan penguatan promosi pariwisata.

"Kemudian juga terkait diversifikasi produk ekspor dengan mengidentifikasi produk lokal yang memiliki potensi pasar internasional, serta pemberian insentif dan kepastian berusaha dalam rangka menarik minat calon investor," pungkasnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved