Dukung Gerakan 'Gentengisasi' Presiden, Hasto Wardoyo Sebut Sejalan Program Bedah Rumah di Jogja

Menurut Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, program Gentengisasi sudah bergulir melalui renovasi deretan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, merespon positif Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto 
  • Menurut Hasto, program tersebut sudah bergulir melalui renovasi deretan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Yogyakarta
  • Presiden Prabowo Subianto menyerukan gerakan Gentengisasi untuk mendorong penggunaan genteng di bangunan, menggantikan seng.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto tempo hari mendapat respons positif dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Bahkan, menurut Hasto, program tersebut sudah bergulir melalui renovasi deretan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya.

"Wah, itu sangat setuju. Juga terkait gotong-royong, persis seperti yang kita kerjakan di Yogyakarta," katanya, Rabu (4/2/2026).

Gebrakan tersebut memang menjadi salah satu program prioritasnya sejak dilantik menjadi Wali Kota Yogyakarta pada awal 2025 lalu.

Hasto bilang, bedah rumah yang dilangsungkan setiap akhir pekan, sama sekali tidak memakai alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kemarin tahun 2025 kita mulai bulan Juni sampai akhir bisa 82 rumah (yang dibedah), dengan alokasi setiap rumah 40 jutaan," ujarnya.

Baca juga: Stasiun Yogyakarta Bersolek Sambut Tahun Baru Imlek 2026

Ia menuturkan, seluruhnya bergulir melalui metode gotong royong dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), CSR dari perusahaan swasta, hingga warga masyarakat.

Program tersebut, dipastikan masih berlanjut di sepanjang 2026, mengingat jumlah rumah tak layak huni di Kota Pelajar masih cukup banyak.

"Bedah rumah setiap hari Minggu itu murni gotong royong, tidak pakai APBD. Gotong royong dari Baznas, CSR, dan warga," ucap Hasto.

Program Gentengisasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyerukan gerakan 'Gentengisasi', untuk mendorong penggunaan genteng di bangunan, menggantikan seng.

Sebab, penggunaan atap seng yang masih dominan di berbagai daerah membuat lingkungan permukiman terasa panas dan tidak sedap dipandang. 

"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya, banyak genteng dari seng," ujarnya. 

"Seng ini kan panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat. Jadi, tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," imbuh Presiden. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved