Pertanyakan Uang Simpanan Miliaran Rupiah, Sejumlah Nasabah Datangi Kantor Koperasi Mekarsari Jogja

Total dana nasabah yang tertahan disinyalir mencapai miliaran Rupiah, dan sebagian  sejatinya sudah jatuh tempo sejak tahun lalu.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Winie Astuti, salah satu nasabah Koperasi Mekarsari Yogyakarta yang turut mempertanyakan kejelasan uang simpanannya, Rabu (28/1/2026) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Cabang Koperasi Mekarsari Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Veteran, Kota Yogyakarta, didatangi sejumlah nasabah, Rabu (28/1/2026) sore.

Mereka mendatangi kantor tersebut dengan maksud untuk menuntut kejelasan atas nasib uang simpanan mereka yang sampai sejauh ini tidak kunjung bisa dicairkan.

Bukan angka yang sedikit, karena total dana nasabah yang tertahan disinyalir mencapai miliaran Rupiah, dan sebagian  sejatinya sudah jatuh tempo sejak tahun lalu.

Namun, salah satu nasabah yang turut mendatangi Kantor Cabang Koperasi Mekarsari Yogyakarta, Winie Astuti (70), menyebut, hingga kini belum ada solusi pasti.

"Sampai hari ini belum ada solusi. Kami sempat ditelepon pusat dan diminta menunggu sampai besok Jumat. Kami berjuang agar uang kami bisa kembali. Saya menuntut hak saya," ujar warga Baciro, Kota Yogyakarta itu.

Winie yang menyimpan total dana Rp2,6 miliar di koperasi tersebut tidak sendirian, masih ada nasabah-nasabah lain yang nasibnya bisa dibilang tak kalah nahas.

Misalnya Ginem, seorang pembantu rumah tangga dengan simpanan sebesar Rp85 juta hasil menabung sedikit demi sedikit selama lebih kurang 40 tahun bekerja.

Sementara, nasabah lainnya Aryanto (60) bilang, simpanan di Koperasi Mekarsari sangat krusial karena menyangkut biaya pendidikan anak dan kesehatan keluarga.

Warga Condongcatur, Sleman itu mengungkapkan, sebagian dananya sudah jatuh tempo sejak tahun 2025, sementara sisanya baru jatuh tempo Januari tahun ini.

"Saya sudah tiga tahun jadi nasabah, (simpanan) lebih dari Rp1 miliar, belum termasuk uang istri dan anak saya yang juga ditaruh di sini," katanya.

Baca juga: Belasan Nasabah Korban Kospin PAS Yogyakarta Kembali Datangi Ditreskrimsus Polda DIY

Tak Punya Kewenangan

Sementara, Kepala Cabang Koperasi Mekarsari Yogyakarta, Anditia, mengaku tidak punya wewenang untuk menjelaskan kondisi keuangan koperasi secara detail. 

Menurutnya, kebijakan itu berada di tangan manajemen pusat, yang sudah mengupayakan pertemuan secara daring dengan para nasabahnya di Yogyakarta.

​"Kami di cabang memang tidak punya kewenangan menjelaskan karena semuanya dari pusat. Tadi sebenarnya sudah janjian dengan pusat pukul 10.00 WIB dan difasilitasi lewat Zoom," tandasnya.

Ia pun mengungkapkan, bahwa posisi kantor cabang saat ini, termasuk di Yogyakarta, hanya sebatas sebagai perantara dalam penghimpunan dan penyaluran dana.

Meski demikian, Anditia menyampaikan, pihak manajemen di tingkat pusat mengakui adanya kendala likuiditas dan tengah berupaya melakukan normalisasi keuangan.

​"Dari pusat disampaikan sedang mengusahakan pengembalian dana anggota. Namun saat ini kondisi keuangan belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved