Calon Lahan Relokasi SDN Nglarang yang Terdampak Tol Jogja-Solo Sudah Ditentukan, Bukan LSD LP2B

Relokasi SDN Nglarang sempat terkendala karena lahan berstatus LSD dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). 

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Agung Armawanta 
Ringkasan Berita:
  • Upaya pemkab Sleman mencari alternatif calon lahan relokasi SDN Nglarang yang terdampak tol Jogja-Solo membuahkan hasil.
  • Pemkab Sleman menyatakan SDN Nglarang akan direlokasi ke TKD yang statusnya bukan LSD dan LP2B, lokasinya sekitar 300 meter dari SDN Nglarang.
  • Tahap pembangunan SD yang baru sampai pemaparan site plan dan akan dibiayai pihak tol Jogja-Solo.

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Lahan untuk relokasi SDN Nglarang yang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 sudah ditentukan. 

Sebelumnya, relokasi SDN Nglarang sempat terkendala karena lahan berstatus Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). 

Temukan alternatif

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Agung Armawanta mengatakan lahan relokasi SDN Nglarang masih berada di Padukuhan Nglarang. Lokasinya sekitar 300 meter dari SDN Nglarang.

“Rekom (rekomendasi) dari ATR/BPN adalah cari alternatif. Kemudian ada saran dari provinsi dan kraton, cari yang non (LSD dan LP2B) dan terdekat. Ada dua lokasi, kita ke lurah, tawarkan. Kalau mau cepat, supaya nggak nggantung masyarakat, pilihannya cuma ini,” katanya, Rabu (7/1/2026).

“Karena dari ATR/BPN seperti ini (minta mencari alternatif). Kemudian rembugan ke desa (kalurahan), milih yang dekat Nglarang itu ke timur. Jaraknya ya kira-kira 300an meter, sudah fiks,” sambungnya.

Sama seperti lahan sebelumnya, Agung menyebut lahan relokasi yang baru juga merupakan Tanah Kas Desa (TKD). Bedanya, lokasi terbaru ini bukan sawah, melainkan kolam yang tidak terawat. 

Menurut dia, lahan yang baru ini dapat menampung kebutuhan relokasi SDN Nglarang. Luas lahan diperkirakan mencapai 4.000 meter persegi. 

“Bukan sawah, sebagian malah kolam-kolam, kayaknya nggak terurus juga. Memang berkontur-kontur gitu, tetapi nanti bisa dibikin cantik, ada pengurukan juga,” terangnya.

Lahan relokasi ini juga telah dikonsultasikan kepada sekolah, termasuk komite sekolah. Secara prinsip lokasi relokasi sudah ditentukan. 

Rencana pembangunan

Terkait dengan rencana pembangunan SDN Nglarang, pihaknya masih belum bisa menyampaikan secara gamblang. 

“Minggu kemarin baru pemaparan site plan. Tapi prinsip, tempatnya di situ (lahan relokasi baru), sehingga nanti proses dipercepat. Semangatnya, kalau yang Koperasi Merah Putih itu kan asal palilah sudah keluar dari kraton, sebelum izin Gubernur, kan dibangun. Harapannya SD (SDN Nglarang) juga seperti itu,” lanjutnya.

Ia menambahkan relokasi SDN Nglarang tidak menggunakan APBD Sleman, melainkan dari pihak tol Jogja-Solo.

“Sementara ini masih akan dibangun oleh tol langsung. Dan kita berharap nanti tol langsung saja. Nanti kalau memang ke depan perlu perbaikan, tapi pokoknya (pembangunan SDN Nglarang) sudah selesai. Insyaallah nggak ada konflik,” pungkasnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved