Kampung Ternak Purba Nglanggeran Diresmikan, Integrasikan Peternakan dan Eduwisata Karst Gunung Sewu

Kawasan ini dirancang sebagai pusat pembelajaran budidaya ternak modern yang ramah lingkungan dan berbasis kelompok.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Bupati Gunungkidul Endah Subekti saat melihat fasilitas Kampung Ternak Purba, pada Rabu (17/12/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan Kampung Ternak Purba Nglanggeran, sebagai upaya mendorong pengembangan peternakan berkelanjutan berbasis lokal yang terintegrasi dengan kawasan strategis Karst Gunung Sewu.

Program ini menjadi wujud komitmen Pemkab Gunungkidul bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan peresmian Kampung Ternak Purba Nglanggeran menjadi tonggak pengembangan peternakan terpadu, tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga edukasi dan pariwisata.

Kawasan ini dirancang sebagai pusat pembelajaran budidaya ternak modern yang ramah lingkungan dan berbasis kelompok.

Dia mengatakan pembangunan Kampung Ternak Purba Nglanggeran didukung anggaran Keistimewaan DIY Tahun 2025 dengan total alokasi lebih dari Rp800 juta.

“Bantuan yang diserahkan kepada kelompok ternak di Purba Nglanggeran sangat komprehensif. Tujuannya membangun ekosistem peternakan terpadu dari hulu hingga hilir,” ujarnya usai peresmian kampung tersebut, Rabu (17/12/2025).

Ia merinci, fasilitas yang diresmikan meliputi kandang kambing, gedung silo fermentasi, gudang pakan, serta gedung pengolah susu. Selain itu, disediakan pula berbagai peralatan budidaya dan pengolahan, seperti mesin pengemas saset dan mesin pasteurisasi susu.

“Kami juga memberikan bibit hijauan pakan ternak, antara lain Gam Umami dan Indigovera, kambing jenis Sanen, serta kendaraan roda tiga untuk mendukung operasional kelompok,” terangnya.

Menurutnya, Kampung Ternak Purba Nglanggeran ke depan akan dikembangkan sebagai kawasan agrowisata edukasi. Di lokasi ini, pengunjung dapat belajar tentang budidaya kambing, pengolahan pakan, pengolahan pupuk organik dari kotoran hewan (kohe), teknik pemerahan susu kambing, hingga pengolahan produk susu.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang meresmikan langsung kampung ternak tersebut berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak di Gunungkidul, sekaligus mendorong diversifikasi produk olahan serta pupuk organik.

“Program ini kami harapkan menjadi contoh peternakan modern yang ramah lingkungan dan dikelola berbasis kelompok,” ujar Endah.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus berupaya mengubah pola pikir peternak agar menerapkan budaya beternak yang higienis dan sehat sebagai gaya hidup baru.

“Edukasi ini penting, mengingat pengalaman sebelumnya di mana hewan ternak tidak pernah dimandikan sejak lahir, yang kemudian berkontribusi terhadap penyebaran penyakit, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK),” kata Endah.

Bupati pun mengajak seluruh pihak—mulai dari pemerintah, akademisi, hingga kelompok ternak—untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan mengembangkan Kampung Ternak Purba Nglanggeran agar berkelanjutan. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng, serta kampanye minum susu dengan jargon “MISS HANDAYANI” sebagai simbol dukungan terhadap konsumsi pangan bergizi lokal (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved