KONI DIY Gelar Workshop Kerja Sama & Hukum, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Atlet
KONI DIY menggelar Workshop Bidang Kerja Sama dan Hukum untuk memperkuat tata kelola organisasi dan perlindungan hukum atlet
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya memperkuat tata kelola organisasi olahraga dan perlindungan hukum atlet terus dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, salah satunya dengan menggelar Workshop Bidang Kerja Sama dan Hukum.
Kegiatan yang dipusatkan di 101 Urban Heritage, Jogokaryan, Yogyakarta, Sabtu (13/11/2025) menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan yang kerap dihadapi cabang olahraga (cabor) maupun badan fungsional anggota KONI DIY.
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Bendahara KONI DIY Bambang Wisnu Handoyo, Wakil Ketua III KONI DIY M Anggraini Andriani, Pembinaan Hukum KONI DIY Achiel Suyanto, Kabid Pembinaan Organisasi Kadarmanta Baskara Aji, serta akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Taufiq Hidayah.
Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Umum KONI DIY, KMTA Tirtodiprojo, menyampaikan bahwa workshop ini mengangkat tema yang serius namun sangat relevan dengan kondisi organisasi olahraga saat ini.
“Keuangan terbatas, proposal belum tentu tembus, organisasi kadang ribut, dan atlet juara sering lupa dilindungi secara hukum. Karenanya, workshop ini sangat relevan untuk dilaksanakan,” tegasnya.
Baca juga: 11 Nelayan KM Raja Jaya Terombang Ambing 10 Jam di Tengah Laut, 10 Selamat, 1 Hilang
Menurutnya, organisasi olahraga yang sehat bukan berarti tidak pernah terjadi perbedaan pendapat, melainkan memiliki aturan yang jelas dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen organisasi.
“Intinya, organisasi yang solid itu bukan karena orangnya sama semua, tapi karena sistemnya berjalan,” tambah KMTA Tirtodiprojo.
Selain penguatan tata kelola organisasi, KONI DIY juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan hukum atlet. KONI DIY menegaskan tidak ingin atlet berjuang sendirian ketika menghadapi persoalan hukum maupun kontrak kerja.
“Prestasi atlet harus diikuti dengan perlindungan hukum, kepastian hak, serta sistem yang bijaksana dan adil,” jelasnya.
Melalui workshop ini, KONI DIY berharap seluruh anggota dapat memperoleh bekal untuk mewujudkan organisasi olahraga yang profesional, mandiri, tertib, dan berorientasi pada prestasi.
“Karena atlet hebat lahir dari organisasi yang profesional dan bertanggung jawab,” pungkas KMTA Tirtodiprojo. (*)
| Bermula dari Sosialisasi Sekolah, Atlet Yogyakarta Ini Kini Bela Timnas Putri Flag Football |
|
|---|
| Veda Ega Pratama Diterima Sri Paduka Paku Alam X Jelang Debut Bersama Honda Team Asia di Moto3 2026 |
|
|---|
| Bonus Atlet Berprestasi Kulon Progo Naik hingga 10 Persen |
|
|---|
| Raih 45 Medali Emas di PORDA DIY XVII, Kontingen Kulon Progo Dapat Bonus hingga Rp4,7 Miliar |
|
|---|
| Empat Atlet DIY Sumbang 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di SEA Games Thailand 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/KONI-DIY-Gelar-Workshop-Kerja-Sama-Hukum-Fokus-Perkuat-Tata-Kelola-dan-Perlindungan-Atlet.jpg)