428 Petani di Ngawu Gunungkidul Mendapat Bantuan Pupuk Subsidi
Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Jatmiko, mengatakan bahwa program peningkatan ketahanan pangan merupakan agenda yang sudah direncanakan
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Jatmiko, mengatakan dalam program peningkatan ketahanan pangan, 428 petani di kalurahannya penerima bantuan pupuk.
- Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, menyalurkan bantuan pupuk kepada ratusan petani sebagai bagian dari program peningkatan ketahanan pangan tahun 2025.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah kalurahan dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan di tingkat desa.
Penyerahan bantuan berlangsung di Taman Kuliner Gajah Wongso, Rabu (10/12/2025).
Lurah Ngawu, Wibowo Dwi Jatmiko, mengatakan bahwa program peningkatan ketahanan pangan merupakan agenda yang sudah direncanakan sejak awal tahun dan dianggarkan melalui APBK Kalurahan Ngawu 2025. Ia menyebut sebanyak 428 petani hadir dalam kegiatan tersebut dan menjadi penerima bantuan pupuk.
“Program ini bertujuan untuk mewujudkan semangat ngayomi yang digaungkan oleh Bupati. Ada 428 petani yang hadir untuk menerima bantuan pupuk,” kata Wibowo.
Ia menjelaskan, total anggaran subsidi pupuk yang dialokasikan pemerintah kalurahan mencapai Rp84 juta. Setiap petani menerima dua kantong pupuk jenis Ponska Plus. Menurut Wibowo, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi dan mendorong peningkatan hasil pertanian.
“Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban dan menambah semangat para petani, sehingga hasil pertanian di Ngawu semakin baik,” ujarnya.
Peran petani
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ia menyebut para petani sebagai “pahlawan kehidupan” dan “pahlawan pangan”.
Endah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kalurahan Ngawu yang telah mengalokasikan anggaran agar manfaat program ketahanan pangan dapat dirasakan merata oleh masyarakat.
“Terima kasih untuk Lurah Ngawu yang telah menganggarkan dana dalam APBK agar semua warga dapat merasakan manfaat program ketahanan pangan. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi merata,” kata dia.
Bupati juga mengingatkan para petani agar tidak hanya menanam lalu meninggalkannya begitu saja, tetapi melakukan perawatan secara rutin. Menurutnya, intensitas perawatan akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen.
“Tanaman harus sering dijenguk dan dirawat dengan baik,” tutupnya (ndg)
| Harga Pupuk Non-Subsidi di Kulon Progo Meroket, Ongkos Petani Jadi Naik 2 Kali Lipat |
|
|---|
| Info Prospek Cuaca DIY Jumat 12 Juni 2026 Menurut BMKG: Potensi Hujan Ringan dan Gelombang Tinggi |
|
|---|
| Anomali, Harga Sawit dari Petani Turun Padahal Harga CPO Naik |
|
|---|
| ASR Farm Jogja: Petani Muda yang Fokus Budidaya Kemangi, Potensi Pasar Besar dan Minim Pesaing |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG DIY Senin 8 Juni 2026: Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/428-Petani-di-Ngawu-Gunungkidul-Mendapat-Bantuan-Pupuk-Subsidi.jpg)