BMKG Jogja: Potensi Hujan Lebat Cuaca Ekstrem hingga 11 Desember 2025

BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya curah hujan dalam sepekan ke depan. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia pada 5–11 Desember 2025.
 
  • Faktor atmosfer global seperti MJO, Gelombang Kelvin, dan Bibit Siklon Tropis 93W memperkuat pembentukan awan hujan.

 

 

Jogja Tribunjogja.com -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya curah hujan dalam sepekan ke depan. 

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya dinamika atmosfer yang cukup aktif, sehingga berpeluang menimbulkan hujan lebat di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik. 

Pastikan saluran air berfungsi baik, jaga kebersihan lingkungan, dan pantau pembaruan cuaca melalui InfoBMKG sebelum beraktivitas,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi, karena dapat menimbulkan kebingungan dan kepanikan yang tidak perlu.

Dinamika Atmosfer Global dan Regional

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah fenomena atmosfer berskala global, regional, dan lokal yang tengah aktif. 

Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, serta Madden–Julian Oscillation (MJO) menjadi faktor utama yang memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Fenomena atmosfer tersebut berkontribusi pada dominasi hujan di sebagian besar wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. 

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 93W yang terpantau di timur Filipina turut memberi dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Waspada Cuaca Ekstrem, Status Siaga Darurat Bencana di Kota Yogya Diperpanjang Hingga Akhir Tahun

Prakiraan Hujan Lebat

BMKG memaparkan bahwa potensi hujan lebat akan terjadi dalam dua periode utama. 

Pada 5–7 Desember 2025, hujan lebat diprakirakan melanda wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung), Jawa (Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur), Kalimantan Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Sementara pada 8–11 Desember 2025, hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan. Selain hujan, peluang angin kencang juga muncul di beberapa wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Antisipasi Sederhana

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap melakukan langkah antisipatif sederhana. 

“Saat hujan turun, cukup hindari area yang berisiko seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh, tetap waspada saat berkendara, dan pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved