Lampaui Target, Capaian Bulan Dana PMI Gunungkidul  Sentuh 117 Persen

Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak,

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Rapat Rekonsiliasi II Bulan Dana PMI di Ruang Bhumikarta, kompleks Pemkab Gunungkidul, Selasa (21/10/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJS.COM, GUNUNGKIDUL- Penggalangan dana dalam rangka Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul tahun 2025, berhasil mencapai Rp585.122.742, atau melampaui target sebesar 117,02 persen, terakumulasi hngga 20 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, 

Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum.

 “Capaian ini menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan masyarakat Gunungkidul masih sangat kuat. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak,” ujarnya dalam Rapat Rekonsiliasi II Bulan Dana PMI di Ruang Bhumikarta, kompleks Pemkab Gunungkidul, Selasa (21/10/2025).

Meski secara total melampaui target, Sunyoto mengakui ada beberapa sektor yang belum mencapai sasaran optimal. Dari hasil rekapitulasi, sumbangan dari SAMSAT Gunungkidul sebesar Rp56,3 juta atau 70 persen dari target Rp80 juta. Sementara dari sektor pariwisata melalui kontribusi pengunjung wisata, dana terkumpul Rp30 juta dari target Rp50 juta. 

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar realisasi bisa meningkat hingga akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menilai kegiatan Bulan Dana PMI menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa penggalangan dana ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. 

“Setiap rupiah yang terkumpul adalah nafas bagi keberlanjutan program kemanusiaan PMI, mulai dari layanan transfusi darah, penanggulangan bencana, hingga bakti sosial,” kata Joko.

Menurut Joko, rapat rekonsiliasi menjadi bagian penting untuk mengevaluasi dan memperkuat strategi penggalangan dana agar hasilnya lebih maksimal. 

“Dari forum ini kita bisa melihat sejauh mana capaian yang diraih, sekaligus mengenali tantangan di lapangan. Semangat ini harus terus dijaga hingga Desember mendatang,” ucapnya.

Di sisi lain, dia menegaskan pentingnya pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel. Setiap penerimaan dan penyaluran dana, kata dia, harus disertai bukti transaksi yang sah agar dapat dipertanggungjawabkan. 

“Setiap rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat harus bisa dipertunjukkan bukti fisiknya, baik secara administrasi maupun material,” pungkasnya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved