Minat Pria Segel Sperma di Sleman Menunjukan Tren Positif

pelayanan KB dengan metode vasektomi atau segel sperma di sleman yang telah memenuhi target tahun 2025. i, Vasektomi adalah metode kontrasepsi

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
www.menshealth.com
Ilustrasi Sperma 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Kesadaran pria untuk berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sleman menunjukkan tren yang positif. 

Hal ini tercermin dari capaian pelayanan KB dengan metode vasektomi atau segel sperma yang telah memenuhi target tahun 2025, bahkan sudah terdapat daftar tunggu untuk pelayanan tahun berikutnya.

Apa Itu Vesektomi

Berdasarkan hasil penelitian Penelitian IAIN Bengkulu tentang kontrasepsi vasektomi, Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen bagi pria yang dilakukan dengan cara memutus atau menyegel saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak lagi keluar saat ejakulasi. 

Prosedur ini tidak memengaruhi produksi hormon testosteron, gairah seksual, atau kemampuan ereksi pria.

Menurut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, vasektomi merupakan bagian dari upaya peningkatan partisipasi pria dalam program KB. 

Pemerintah menyediakan layanan vasektomi gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan peran dalam pengendalian jumlah penduduk.

Penelitian dari berbagai perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa vasektomi memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dan risiko komplikasi yang rendah. 

Selain itu, metode ini dinilai lebih praktis dan ekonomis dibandingkan metode kontrasepsi jangka panjang lainnya. 

Kelebihan dan Kekurangan berdasarkan data BKKBN Provinsi Jawa Tengah 2014

Kelebihan

1. Memiliki efektivitas tinggi (99,85 persen) untuk mencegah kehamilan.  

2. Tidak mengakibatkan kematian (mortalitas) dan kesakitan rendah (morbiditas). 

3. Biaya lebih murah karena hanya membutuhkan satu kali tindakan saja. 

4. Prosedur medis hanya dilakukan  selama kurang lebih 10-15 menit. 

5. Tidak mengganggu hubungan seksual 

6. Aman dan dapat disambung (di rekanalisasi) kembali jika diperlukan)

Kekurangan

1. Dapat mengganggu keadaan orang yang mempunyai problem psikologis dalam seksual

2. Harus menggunakan kondom selama 12-15 kali saat berhubungan atau tiga bulan setelah vasektomi apabila istri tidak menggunakan kontrasepsi 
apapun. 

3. Masih memungkinkan terjadi nyeri, pendarahan, dan infeksi. 

Apa itu KB Vasektomi? Kebijakan Baru untuk Penerima Bansos dari Dedi Mulyadi

Program Didukung DAK

Pelaksanaan program KB vasektomi di Sleman didukung oleh dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. 

“Tahun ini target kami sebanyak 15 akseptor. Alhamdulillah, semuanya sudah terpenuhi, bahkan sudah ada yang mendaftar untuk tahun 2026,” ujar Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Dwi Wiharyanti, pada Jumat (17/10/2025).

Setiap peserta mendapatkan layanan vasektomi secara gratis di RSUP Dr. Sardjito. 

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Sleman juga memberikan insentif sebesar Rp1 juta kepada setiap akseptor, yang bersumber dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Biaya medis untuk tindakan vasektomi ditanggung oleh dana BOKB.

Awalnya, sasaran utama program vasektomi adalah para suami dari perempuan yang tidak dapat mengikuti program KB karena alasan medis, seperti tekanan darah tinggi, adanya benjolan, atau penyakit diabetes. 

Namun, saat ini sasaran program telah meluas kepada pria yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya berbagi tanggung jawab dalam perencanaan keluarga.

Minat masyarakat Sleman terhadap program KB vasektomi terus meningkat. 

Target 15 akseptor untuk tahun 2025 telah terpenuhi sejak bulan Agustus. Sementara itu, untuk tahun 2026, sudah terdapat sekitar 10 calon akseptor yang masuk dalam daftar tunggu.

"Kami telah mengajukan agar target tahun depan ditingkatkan menjadi 25 akseptor,” tambah Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan ketersediaan anggaran untuk pemeriksaan sperma pascavasektomi. 

Tes ini dinilai penting untuk memastikan efektivitas tindakan, mengingat sperma tidak langsung hilang setelah prosedur dilakukan.

“Secara medis, minimal dibutuhkan 20 kali ejakulasi agar benar-benar aman. Oleh karena itu, tes sperma akan memberikan hasil yang lebih pasti,” tuturnya. (*)

Baca dan Ikuti Berita Tribunjogja.com.com di GOOGLE NEWS 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved