Mahasiswa UMBY Sabet 10 Medali di Kejuaraan Unnes Silat Open Challenge
Ajang ini menjadi satu kompetisi pencak silat bergengsi yang diikuti perguruan tinggi, perguruan bela diri, serta klub-klub silat dari Indonesia
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah persaingan ketat lebih dari 780 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sepuluh medali pada kejuaraan Unnes Silat Open Challenge 2025 di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Kejuaraan nasional yang memperebutkan Piala Rektor Unnes itu berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 dan mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari pra usia dini hingga dewasa, baik di nomor tanding maupun seni.
Ajang ini menjadi salah satu kompetisi pencak silat bergengsi yang diikuti perguruan tinggi, perguruan bela diri, serta klub-klub silat dari seluruh Indonesia.
Dari UMBY, tim Unit Kegiatan Mahasiswa Persaudaraan Setia Hati Terate (UKM PSHT) tampil gemilang dengan memborong sejumlah medali dari berbagai kelas tanding.
M Zidane Hafidzha dari Program Studi Peternakan meraih medali emas di kategori tanding.
Sementara Belly Jokson Nasution dari Prodi Ilmu Keolahragaan berhasil membawa pulang dua medali perak di kategori serupa.
Adapun Nadya Yumna dan Dira Permata Ningrum, keduanya mahasiswa Prodi Psikologi, masing-masing menyumbang tiga medali perunggu di kategori tanding. Ahmad Firdaus Nur Fauzan, mahasiswa Prodi Psikologi yang mewakili kontingen Yogyakarta, juga turut mempersembahkan satu medali perunggu.
Pelaksanaan kejuaraan dimulai pada 10 Oktober dengan agenda technical meeting dan penimbangan berat badan peserta kelas tanding.
Pertandingan resmi dibuka pada 11 Oktober 2025 dan berlangsung hingga babak final pada 12 Oktober 2025 yang ditutup dengan penyerahan medali dan piala bagi para juara.
Zidane mengungkapkan bahwa motivasi utama dirinya dan tim mengikuti kejuaraan tersebut adalah untuk mengharumkan nama kampus dan UKM PSHT.
Ia menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan pihak universitas.
“Motivasi utama kami adalah ingin membawa nama baik UKM PSHT dan UMBY di kancah nasional. Lewat kejuaraan ini, kami juga belajar mengasah mental bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas sebagai pesilat muda,” ujar Zidane.
“UMBY sangat berperan dalam keberhasilan kami, mulai dari menyediakan fasilitas latihan, dukungan dana, hingga memberikan apresiasi dan publikasi prestasi melalui media sosial dan media massa. Dukungan itu membuat kami semakin termotivasi untuk terus berprestasi dan membawa nama kampus ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Senada, Ahmad Firdaus Nur Fauzan yang mewakili kontingen Yogyakarta juga mengaku bersyukur dapat bertanding membawa nama UMBY di tingkat nasional.
“Saya sangat senang bisa ikut berkompetisi di ajang ini, apalagi bisa membawa nama Yogyakarta dan UMBY. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa lain yang termotivasi untuk mengikuti kejuaraan seperti ini dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ucapnya.
| Tim Pencak Silat Bantul Juara Umum Popda DIY 2026, Lampaui Target Perolehan Medali |
|
|---|
| Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMBY, Prof Rahma Ungkap Alasan Kenapa Banyak Anak SMA Salah Jurusan |
|
|---|
| Perpustakaan UMBY Raih Akreditasi A, Rektor: Prestasi Ini Jadi Landasan Inovasi Baru |
|
|---|
| UMBY Bakal Tambah Tiga Prodi Pascasarjana, dari Magister Manajemen hingga Doktor Psikologi |
|
|---|
| Pakar UMBY: Menjaga Stabilitas Fiskal Jadi Kunci di Tengah Eskalasi Geopolitik Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mahasiswa-UMBY-Sabet-10-Medali-di-Kejuaraan-Unnes-Silat-Open-Challenge.jpg)