Bersepeda Terunik, Polygon Gabungkan Sepeda, Camping, dan Games Petualangan di Yogyakarta

Bikepackers adalah konsep usungan Polygon yang mempertemukan bersepeda (bike) dan backpacking dalam satu gelaran acara.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Keterangan: Peserta Polygon Bikepackers 2025 di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, Yogyakarta saat mengikuti event tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September, Polygon Bikes menggelar kegiatan Polygon Bikepackers 2025 di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, Yogyakarta.

Kegiatan yang telah dilangsungkan pada 27–28 September 2025 ini, mengusung konsep gravel-adventure yang memadukan olahraga sepeda, camping, dan permainan orienteering, acara ini sukses menarik 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bikepackers adalah konsep usungan Polygon yang mempertemukan bersepeda (bike) dan backpacking dalam satu gelaran acara. Peserta diajak untuk berkemah satu malam sekaligus menikmati serunya orienteering dengan bersepeda.

Desa Wisata Tinalah dipilih sebagai venue utama dari gelaran event ini. Dengan lanskap perbukitan dan sawah khas Kulon Progo, Yogyakarta, tempat ini menjadi lokasi yang sempurna untuk membawa para petualang menelusuri kekayaan Indonesia lebih jauh.

Project Manager Bikepackers sekaligus brand activation dari Polygon Bikes, Nurul Ilmi, menjelaskan makna dari escape adalah sebuah pelarian.

"Escape berarti sebuah pelarian yang bagi para pesepeda dan petualang ini adalah waktu mereka untuk bisa keluar dari rutinitas yang padat. Sekaligus pelarian bagi kami untuk keluar dari rangkaian Bikepackers yang biasa kami lakukan sebelumnya, dengan membawa sesuatu yang baru dan berbeda pengalamannya," ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Pada event itu, hadir empat bintang utama yang sudah lama dikenal namanya dalam bidang petualangan maupun gowes jarak jauh. Agam Rinjani, Arsal Bahtiar, Misbahuddin, dan Teuku Islahuddin.

Agam Rinjani atau akrab disapa Agam yang sempat viral setelah berhasil mengevakuasi turis asal Brazil lalu menceritakan lengkap pengalamannya mendaki. 

Ia memulai petualangan mendakinya sejak usia sembilan tahun dan langsung jatuh cinta. Ia akhirnya memilih menjadi guide dan tim relawan di Rinjani karena ia merasa semua keindahan gunung di Indonesia dapat ditemukan di Rinjani.

 

"Karena Rinjani punya semua keindahan dan karakter gunung. Mau savana seperti Merbabu? Di Rinjani ada. Mau danau seperti di Semeru? Di Rinjani juga ada. Trek pendakian hutan kering seperti di Tambora? Di Rinjani juga ada," ucapnya.

 

Pada event ini, peserta dibagi atas dua kategori, Individual Adventurer dan Family Explorer, yang berarti peserta diberikan kebebasan apakah ingin menjelajah secara individu bersama komunitas, atau menjelajah keseruan berpetualang dalam keluarga yang tentunya menyuguhkan petualangan berbeda namun tetap menantang.

 

Bekerja sama dengan 5500 by Rute Syahdu, kategori Individual Adventurer harus menentukan sendiri jalur menuju tujuh checkpoint yang telah ditentukan. Menaklukkan tujuh checkpoint, 35 kilometer, dan elevasi 650 meter.  

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved