Gunungkidul Gelar Lomba Kreasi Masak Ikan

Ia mengaku terinspirasi melihat berbagai menu inovatif hasil olahan ikan yang disajikan oleh perwakilan tiap kapanewon.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Para peserta tengah memasak menu kreasi dari olahan ikan saat lomba di Gunungkidul, pada Selasa (14/10/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menggelar Lomba Masak Ikan Tingkat Antar Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul sekaligus Pameran Produk Perikanan di Bangsal Sewokopeojo, Wonosari, Selasa (14/10/2025). 

Kegiatan ini menjadi wadah kreatif bagi masyarakat dalam mengolah ikan laut maupun ikan air tawar, serta mendorong gerakan masyarakat gemar makan ikan di Bumi Handayani.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan bahwa lomba ini mengusung tema “Kreasi Olahan Ikan untuk Generasi Emas Bumi Handayani.” Kegiatan diikuti oleh perwakilan TP PKK dari seluruh kapanewon dengan dua kategori lomba, yaitu menu kudapan dan menu keluarga.

Tujuan utama kegiatan ini, menurut Johan, adalah memperkenalkan beragam olahan ikan kepada masyarakat, meningkatkan angka konsumsi ikan, dan mendukung program penurunan stunting.

“Angka konsumsi ikan kita saat ini 32,4 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah rata-rata DIY yang mencapai 36 kilogram, namun lebih tinggi dibanding Kulon Progo dan Bantul,” jelasnya.

Johan berharap kegiatan ini dapat memperkuat gerakan masyarakat gemar makan ikan dan memacu kreativitas TP PKK di tingkat kapanewon dalam mengembangkan kuliner berbahan ikan dan bahan lokal Gunungkidul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistyo Hermawan, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menyebut lomba masak ikan menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

“Sekitar 60 persen produksi perikanan tangkap DIY berasal dari Gunungkidul. Angka ini luar biasa, tapi konsumsi masyarakatnya masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tantangan rendahnya konsumsi ikan di masyarakat disebabkan oleh persepsi bahwa ikan amis, berduri, atau sulit diolah. Melalui lomba ini, berbagai menu baru diharapkan bisa menjadi inspirasi masyarakat untuk lebih gemar mengonsumsi ikan.

“Menu-menu hasil lomba ini bisa menjadi resep unggulan yang nantinya disosialisasikan ke masyarakat. Ini cara kreatif memperkuat ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan,” pungkas Hery.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, hadir langsung menyaksikan proses penjurian dan hasil kreasi peserta lomba. Ia mengaku terinspirasi melihat berbagai menu inovatif hasil olahan ikan yang disajikan oleh perwakilan tiap kapanewon.

“Saya melihat langsung proses bagaimana mereka berjuang mendapatkan juara dalam lomba aneka kudapan dari bahan ikan laut maupun darat, termasuk olahan ikan keluarga. Saya terinspirasi karena Gunungkidul merupakan penghasil ikan terbesar di DIY,” ujar Bupati.

Bupati mengungkapkan, meski menjadi daerah dengan produksi ikan terbesar, tingkat konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul masih tergolong rendah. Padahal, nutrisi dalam ikan sangat penting untuk kecerdasan anak dan pencegahan stunting.

Dia juga menyoroti pentingnya membangun budaya makan ikan di tengah masyarakat, bukan sekadar karena kewajiban, tetapi karena kesadaran akan manfaatnya. Ia mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan menu ayam atau daging dalam kegiatan sosial, melainkan mulai menghadirkan ikan sebagai sajian utama.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved