Gerakan Pasar Murah Digelar di 78 Kapanewon, Alsintan 100 Unit Dibagi ke Petani DIY

Pemda DIY akan meluncurkan program gerakan pasar murah di 78 kapanewon yang akan berlangsung hingga Desember mendatang

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
SOROTI MBG : Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan arahan dalam acara Launching Gerakan Pangan Murah di Yogyakarta, Jumat (26/9/2025). Sultan meminta tata cara memasak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperbaiki agar tidak lagi menimbulkan kasus keracunan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai tindak lanjut instruksi Kementerian Dalam Negeri.

Program ini akan dilaksanakan di 78 kapanewon hingga akhir 2025 dengan tujuan menekan gejolak harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Syam Arjayanti, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari pasar murah serentak yang pernah digelar 30 Agustus lalu.

“Jadi kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan Gerakan Pasar Murah di 78 Kapanewon. Semua akan melaksanakan, walaupun pada 30 Agustus kemarin kita sudah melaksanakan pasar murah serentak untuk pengendalian harga, supaya harga-harga bahan pangan bisa terkendali,” ujar Syam dalam Launching Gerakan Pangan Murah yang turut dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Jumat (26/9/2025).

Menurut Syam, pelaksanaan GPM tidak hanya mengandalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pemda DIY juga menggandeng kabupaten, lintas organisasi perangkat daerah, Bulog, hingga distributor.

“Tidak hanya SPHP. Kemarin kita juga sudah koordinasi dengan kabupaten dan lintas OPD. Tidak hanya beras, tetapi juga komoditas-komoditas yang mengalami kecenderungan meningkat,” katanya.

Syam menambahkan, GPM dapat digelar bersamaan dengan kegiatan lain agar biaya lebih efisien.

“Pelaksanaannya bisa digabung dengan kegiatan lain. Misalnya ada kegiatan Gerakan Pangan Murah. Contohnya, dalam waktu dekat Kulon Progo akan mengadakan HUT. Nah, itu nanti akan mengundang Bulog, kemudian mengundang distributor yang lain untuk melaksanakan pasar murah,” ujarnya.

Baca juga: Sri Sultan HB X Minta Tata Cara Masak MBG Diperbaiki agar Tak Timbulkan Keracunan

Untuk tahun ini, pelaksanaan GPM ditargetkan hingga Desember.

“Untuk kegiatan kali ini merupakan launching, supaya nanti bisa ditindaklanjuti sampai dengan Desember ini. Karena kalau Nataru (Natal dan Tahun Baru), biasanya harga bergejolak. Harapannya ke sana. Kemarin kabupaten/kota juga sudah sepakat akan melaksanakan di tiap-tiap Kapanewon,” tutur Syam.

Mengenai pembiayaan, menurut Syam, sepenuhnya diserahkan ke masing-masing kabupaten.

“Untuk anggaran gerakan pangan murah diserahkan ke masing-masing kabupaten. Pelaksanaannya tidak serentak, bisa spot-spot. Misalnya dilaksanakan September, Oktober, November, atau Desember. Kebanyakan memang menjelang Nataru, pasar murah lebih banyak dilakukan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemda DIY juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebanyak 100 unit.

Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya bersama Menteri Pertanian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved