Mengenang Kiprah dan Kesederhanaan Eko Prawoto Lewat Karya Seni
Eko dikenal sebagai arsitek yang dekat dengan masyarakat, banyak bekerja dengan pendekatan alam dan lingkungan desa.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah seniman bergabung menampilkan karyanya di Omah Kedondong, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo. Tempat tersebut merupakan kediaman Almarhum Eko Prawoto, salah satu arsitek kenamaan asal DIY.
Pameran seni tersebut mengambil tajuk "Mengenang Eko Prawoto: Menjelajahi Karya Rupa, Ruang dan Aktivitas". Setidaknya ada 6 karya seni yang dihadirkan, menyebar di seluruh bagian rumah.
Project Manager dari pameran tersebut, Widi S. Martodihardjo menjelaskan karya-karya tersebut dibuat oleh para seniman yang mengenal Eko Prawoto secara personal.
"Omah Kedondong ini dijadikan sebagai titik awal pergerakan dan titik inkubasi, dengan konsep room intimate," jelas Widi pada Rabu (24/09/2025).
Dipilihnya Eko Prawoto sebagai tujuan penghormatan dan Omah Kedondong sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Eko dikenal sebagai arsitek yang dekat dengan masyarakat, banyak bekerja dengan pendekatan alam dan lingkungan desa.
Di luar itu, Widi mengatakan Eko adalah sosok yang sangat bersahaja dan sederhana. Namun ia jugalah yang selalu mengangkat semangat kedesaan, di mana masyarakat di desa jadi perhatian utamanya.
Salah satu jasanya adalah bagaimana ia membantu pembuatan rumah warga di Bantul yang terdampak gempa bumi tahun 2006 silam. Eko juga diketahui banyak belajar dari Romo Mangun, yang terkenal dekat dengan warga di Kampung Kali Code Yogyakarta.
"Beliau bisa dilihat dari berbagai sudut, sebagai arsitek, aktivis seni, aktivis lingkungan, dan sebagai motivator masyarakat," kata Widi.
Ia mengaku mengenal Eko Prawoto cukup baik secara personal. Kenangan akan beliau jugalah yang membuat Widi berinisiatif menggandeng sejumlah seniman bahkan warga setempat dalam pameran tersebut.
Eko Prawoto sudah berpulang pada 2023 atau 2 tahun lalu. Lewat pameran inilah, seniman dan warga terus mengingat peran Eko Prawoto dalam kehidupan mereka.
"Apalagi saat ini banyak yang tidak tahu peran beliau dalam dunia kesenian di DIY," jelas Widi.
Salah satu kontribusi besar Eko Prawoto di bidang kesenian adalah agenda Biennale Jogja yang digelar setiap tahun. Pelaksanaannya bergiliran di desa-desa, dengan pendekatan kekuatan komunitas.
Widi berharap dari pameran yang diusung bisa membawa pengunjungnya ikut mengenal sosok Eko Prawoto lebih dekat dan personal. Termasuk menyelami suasana Omah Kedondong yang jadi pusat aktivitas almarhum saat masih hidup.
"Energi kesederhanaan dalam menggali kehidupan desa itulah yang beliau pakai selama berkarya," katanya.
Salah satu pengunjung Omah Kedondong adalah Tauhid Aminulloh. Ia juga mengenal Eko Prawoto secara pribadi cukup lama, dan menjadi lebih dekat saat pandemi COVID-19.
| Komisi A DPRD DIY Dorong Pemda Beri Perhatian Masa Depan Putra Praka Farizal Romadhon |
|
|---|
| BKPSDM Kulon Progo: Kinerja ASN Tetap Terpantau Meski WFH |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Terima Arahan Pusat, Siapkan Edaran WFH 1X Seminggu Mulai Pekan Ini |
|
|---|
| Anggota DPRD DIY Eko Suwanto Minta Pemerintah Tegas Merespons Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon |
|
|---|
| Ketua AWMI Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Adalah Pahlawan Kemanusiaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengenang-Kiprah-dan-Kesederhanaan-Eko-Prawoto-Lewat-Karya-Seni.jpg)