4 Sistem Pertahanan Udara dan Rudal Terbaru Iran: 9-Dey Hingga Bavar-373
Berita perang Iran vs Israel. Iran telah mengembangkan serangkaian sistem pertahanan udara dan radar canggih buatan dalam negeri untuk menangkal musuh
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Iran memiliki sistem pertahanan udara dan rudal terpadat di Timur Tengah, sesuatu yang mungkin berguna jika Israel melanjutkan rencananya untuk melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran.
Iran telah mengembangkan serangkaian sistem pertahanan udara dan radar canggih buatan dalam negeri selama bertahun-tahun, termasuk beberapa yang diluncurkan pada tahun 2024.
Berikut ini yang kami ketahui tentang sistem tersebut dirangkum dari laporan Sputnik:
1. 9-Dey
Sistem pertahanan udara jarak pendek baru ini berhasil diuji selama latihan IRGC Aerospace Force pada bulan Januari.
Dirancang untuk menghadapi ancaman di ketinggian rendah, termasuk rudal jelajah dan pesawat nirawak, serta senjata yang ditembakkan oleh pesawat musuh, peluncur rudal 9-Dey dipasang di atas sistem rudal pertahanan udara jarak menengah Sevom Khordad yang dimodifikasi (sistem yang sama yang menembak jatuh pesawat siluman RQ-4 Global Hawk milik AS di atas Selat Hormuz pada tahun 2019 setelah melanggar wilayah udara Iran).
Dengan memanfaatkan peluncur dan radar Sevom Khordad, sistem rudal 9-Dey dilengkapi dengan delapan rudal siap tembak seberat 200 kg dengan jangkauan hingga 30 km.
Rudal tersebut berbahan bakar padat, yang berarti waktu persiapannya minimal, dan dilaporkan dapat berakselerasi hingga kecepatan antara Mach 3 dan 4, yang memungkinkannya mencapai target dalam waktu antara 22-32 detik (kecepatan menjadi faktor penting saat menghadapi rudal musuh).
9-Dey dapat melacak hingga 32 ancaman udara secara bersamaan.
Rudalnya dipandu dari darat, dan dilengkapi radar, pencitraan termal, dan kemampuan deteksi optik serta sekering jarak dekat laser, dan dirancang agar dapat menembus gangguan peperangan elektronik.
2. Arman
Diluncurkan pada bulan Februari, sistem rudal antibalistik baru ini dirancang untuk mengatasi berbagai ancaman, termasuk rudal balistik jarak pendek, rudal jelajah, dan rudal antiradiasi, bom berpemandu, pesawat nirawak, helikopter, dan jet tempur modern Israel dan AS.
Sistem ini dikatakan memiliki radar canggih (aktif atau pasif) dengan bidang pandang 360 derajat dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan melacak hingga 24 target pada
jarak hingga 200 km, dan mencegatnya saat mendekati dalam jarak 150 km, pada ketinggian hingga 27 km.
Foto-foto sistem menunjukkan bahwa peluncur bergerak di jalan raya dapat dipasang untuk membawa antara satu dan tiga rudal pencegat Sayyad-2, Sayyad-3, dan Sayyad-3F seberat 1.000 kg.
Rudal diluncurkan dalam posisi vertikal.
Sistem ini dilaporkan bisa bereaksi kurang dari 20 detik.
3. Azarakhsh
Sistem pertahanan ini juga diluncurkan pada bulan Februari, sistem pertahanan udara modular jarak pendek dan ketinggian rendah ini dirancang agar cukup ringan untuk dibawa oleh truk kecil, dan dilengkapi dengan rudal seberat 70 kg dengan hulu ledak HE-Frag seberat 4,5 kg dan jangkauan hingga 10 km.
Platform peluncuran dilengkapi dengan radar array bertahap sendiri dengan jangkauan 50 km dan sistem pelacakan elektro-optik dan inframerah dengan jangkauan 25 km. Empat rudal siap luncur dari sistem ini dipandu sendiri.
| Pesawat F-35 AS Mendarat Darurat di Timur Tengah, Kena Rudal Iran? |
|
|---|
| Siapakah Ali Larijani, Sosok Berpengaruh Iran yang Tewas dalam Serangan Israel? |
|
|---|
| Jerman, Inggris, Yunani, Jerman, Italia, Belanda & Perancis Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz |
|
|---|
| Hasil Analisis Youtuber AS Soal Video Netanyahu Ngopi di Tengah Perang Lawan Iran |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Melonjak, Tembus 106 Dolar AS Per Barel, Dipicu Perang Iran vs AS dan Isreal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/4-Sistem-Pertahanan-Udara-dan-Rudal-Terbaru-Iran-Arman.jpg)