Info prakiraan cuaca

Prakiraan Cuaca Sabtu 20 Juli 2024, Hujan Guyur 6 Provinsi Hari Ini

hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 3 provinsi pada hari ini.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan turun di sebagian kecil wilayah Indonesia pada Sabtu (20/7/2024) hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG di laman web.meteo.bmkg.go.id, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi akan mengguyur 3 provinsi pada hari ini.

Kemudian 2 provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Serta 3 provinsi lainnya diprediksi akan dilanda angin kencang.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 8 provinsi yang diprediksi akan diguyur hujan dan angin kencang tersebut.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 8 provinsi pada hari ini dipicu oleh adanya daerah tekanan rendah di perairan barat Filipina (Bibit siklon tropis 91W) dengan kecepatan angin maksimum 20 knots (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1004 hPa.

Serta di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat (Bibit siklon tropis 92W) dengan kecepatan angin maksimum 15 knots (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1007 hPa.

Dalam 24 jam ke depan bibit siklon tropis 91W berpeluang rendah-sedang menjadi siklon tropis dan bergerak ke
arah Barat Laut.

Sedangkan bibit siklon tropis 92W dalam 24 jam ke depan berpeluang rendah menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah Utara-Barat Laut.

Daerah tekanan rendah ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, Sulawesi Tengah hingga Teluk Tomini.

Lalu di Laut Banda hingga Laut Seram, Laut Sulu hingga Perairan Filipina, Laut Filipina hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat, Perairan utara Papua, Perairan utara Papua Barat Daya hingga Sumatra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua bagian tengah.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi tersebut.

Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Teluk Thailand, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten.

Lalu di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Arafuru, Laut Seram, Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Filipina, Samudra Pasifik utara Maluku Utara.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved