Honda ST50 Dax 1969, Motor Mini Legendaris nan Ikonik
Harga sepeda motor tidak selalu dipengaruhi tahun perakitan atau pembuatannya. Sebab, bisa saja harga motor lawas yang sudah tidak lagi diproduksi
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga sepeda motor tidak selalu dipengaruhi tahun perakitan atau pembuatannya. Sebab, bisa saja harga motor lawas yang sudah tidak lagi diproduksi harganya bisa lebih mahal dibandingkan dengan motor baru yang sudah menggunakan teknologi terbaru.
Biasanya, semakin banyak yang mencari serta terbatasnya barang yang ada akan membuat harga motor bisa menjadi sangat tinggi.
Satu di antaranya ialah Honda ST50 atau dikenal Dax lansiran 1969 milik Ainur Roffiq, motor mini legendaris nan ikonik yang mungkin jumlah unitnya di Indonesia kini bisa dihitung jari.
Baca juga: Motoliz Hadir di Yogyakarta, Akomodasi Keinginan Masyarakat yang Ingin Punya Motor Listrik
Populasi Honda ST5 atau Dax generasi pertama minim menurut Ainur adalah hal yang wajar, sebab motor yang dirancang Minoru Morioka ini memang tak masuk ke pasar Indonesia.
"Honda ST50 ini nggak masuk Indonesia, motor domestik Jepang. Varian yang masuk ke Indonesia ST70, jadi memang Honda ST50 mungkin hitungan jari saja sih (populasinya di Indonesia), apalagi yang kondisinya full orisinil seperti yang saya miliki," terang pria pemilik akun instagram @_singgahsekejap_ ini.
"Khusus warna gold memang cukup limited, jumlahnya tak sebanyak warna merah, biru, hijau," tambah Ainur.
Menilik sejarahnya, awal mula ide Honda Dax berawal dari komplain pasar Amerika yang menilai Honda Monkey 50 rilisan 1967 dimensinya terlalu kecil.
Setelah itu Morioka membuat sketsa gambar konsep desain motor yang menarik perhatian Soichiro Honda (Pendiri Honda), dengan menghilangkan tangki dan suspensi. Minoru Morioka juga merancang rangka dengan tangki built-in dari aluminium cor dan menggunakan pegas karet Neidhard untuk suspensi belakang agar tidak terekspos ke luar.
Namun, karena masa pengembangan yang singkat, Honda ST50 Dax dikomersialkan dengan struktur rangka baja press dan dua peredam kejut.
Sebagai perancang, ia ingin mengutamakan gaya tidak seperti sepeda motor. Tak terduga pada waktu itu ternyata Honda ST50 Dax menjadi populer di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
Bahkan dalam periode pengembangannya sekitar enam bulan, Honda ST50 Dax populer dan di Eropa disebut motor pantai.
Adapun nama 'Dax' sendiri muncul, inspirasinya datang dari bentuk anjing ras Dachshund yang memiliki tubuh panjang dengan kaki pendek. Hal ini sebagaimana tampilan Honda ST50, yang bentuk bodynya ikonik dengan dimensi yang kecil namun tetap kental kesan klasik.
Adapun Honda ST50 berkelir gold atau emas milik Ainur didapat dari seseorang di Magelang, Jawa Tengah.
Sewaktu pertama kali didapat, Ainur menjelaskan bahwa kondisinya masih full orisinil dan utuh.
"Cuma memang kondisinya terlihat tidak terawat karena hanya disimpan di gudang, jadi ya saya poles-poles sedikitlah," kata Ainur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Honda-ST50-Dax-1969-Motor-Mini-Legendaris-nan-Ikonik-24623.jpg)