Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Belajar Makna Guyub Rukun dari Kompayo, Komunitas Warga Pati di Jogja
Sebagai warga pendatang, Kompayo berupaya mempererat sinergitas antar penduduk Pati yang ada di Kota Pelajar.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Yogyakarta selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia, dimana warga masyarakat dari berbagai penjuru tanah air membaur menjadi satu di dalamnya.
Tidak terkecuali para perantau dari Pati , Jawa Tengah, yang jumlahnya tidak sedikit, serta berasal dari beragam latar belakang profesi.
Ketua Komunitas Pati Yogya (Kompayo), Senawi, mengungkapkan, sebagai warga pendatang, pihaknya berupaya mempererat sinergitas antar penduduk Pati yang ada di Kota Pelajar.
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 200an keluarga dan 100an mahasiswa asal Pati yang terdeteksi beraktivitas di Yogyakarta .
"Profesinya bermacam-macam, tidak cuma pedagang saja, tapi ada seniman, dosen, anggota DPR juga ada, dan lain-lain, masih banyak profesinya," katanya, di sela Halal Bihalal Kompayo, Kamis (18/5/2023).
Ia menyebut, keberegaman latar belakang warga Pati yang beraktivitas di Yogyakarta , membuat komunitas ini bisa tumbuh berkembang dengan semangat guyub rukun yang kuat.
Sebab, antar anggota bisa saling tolong-menolong selaras dengan keahliannya, ketika ada sejawatnya yang membutuhkan bantuan.
Baca juga: Misteri Hilangnya Bayi Umur Tiga Bulan Asal Pati, Sempat Ditinggal 30 Menit
"Apa saja yang bisa dibantu, ya, dibantu. Baik itu soal kebutuhan ekonomi, sosial atau yang lainnya. Bahkan, saat ada yang ingin meningkatkan kapasitasnya, misalnya mau nyaleg, pasti kita dorong," urainya.
"Kami mengikuti filosofi semut. Semut itu kecil, tapi dengan koordinasi dan sinergitas kuat antar anggota di dalam komunitasnya, maka bisa menghasilkan kekuatan yang luar biasa besar," tambah akademisi UGM itu.
Sementara, Anggota Komisi II DPR RI, Riyanta, yang juga anggota Kompayo, mengungkapkan, bahwa dari komunitas ini dirinya belajar perihal guyub rukun.
Bukan tanpa alasan, meski harus tinggal jauh dari kampung halaman, ia tetap merasakan kehangatan, serta keramahtamahan dari sesama warga Pati .
"Jadi, saya kira Kompayo ini bisa jadi teladan, atau pelopor budaya guyub rukun masyarakat. Kebetulan, warga Pati itu orangnya agak kasar, tapi yakinlah, warga Pati hatinya bagus-bagus," jelasnya.
Contohnya, sebagai seorang legislator, dirinya bisa membantu sesama anggota yang butuh bantuan, baik masukan, maupun soal hajat hidupnya.
Beberapa kali, ia juga sempat memberikan bantuan pada sesama personel Kompayo yang mengeluhkan masalah pertanahan, karena masih beririsan dengan komisinya.
"Saya pun senang bisa membantu sesama warga Pati yang ada di Yogya ini. Misalnya, ada yang datang dan mengadu soal pertanahan, kemudian saya fasilitasi, dan didorong mediasi," ujar Riyanta. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Belajar-Makna-Guyub-Rukun-dari-Kompayo-Komunitas-Warga-Pati-di-Jogja.jpg)