The Norto, Harley Davidson Softail Springer Bergaya Motor Inggris Lawas

Di tangan Cosmas, motor gede (moge) besutan pabrikan asal Wisconsin, Amerika Serikat ini dibikin tampil beda dan berkarakter, vintage ala motor Inggri

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
The Norto, Harley Davidson Softail Springer bergaya motor Inggris lawas garapan Cosmas Lili Sudrajat asal Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak ingin terkekang dengan pakem salah satu aliran kustom, Cosmas Lili Sudrajat asal Yogyakarta merombak total tampilan motor pabrikan Amerika yakni Harley Davidson Softail Springer, menjadi bergaya British Vintage Style.

Di tangan Cosmas, motor gede (moge) besutan pabrikan asal Wisconsin, Amerika Serikat ini dibikin tampil beda dan berkarakter, vintage ala motor Inggris lawas.

Secara kasat mata, mungkin tak ada yang menyangka bahwa motor yang Cosmas beri nama The Norto, kombinasi dari Norton dan nama putranya Toto, ini bukanlah moge klasik.

Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2022, XL Axiata Fokus Tingkatkan Kualitas Pengalaman Pelanggan

Sebab, definisi klasik di Indonesia, biasanya mengacu pada kendaraan yang tahun produksinya di bawah tahun 1970. Sedangkan The Norto 'dibangun' dari moge lansiran 1992.

Diceritakan Cosmas, The Norto merupakan motor yang ia bangun lantaran keinginannya memiliki sebuah motor legendaris asal Inggris, Norton, sekira 2012 belum terwujud lantaran unitnya yang langka dan harganya relatif mahal.

"Sejak dulu Norton merupakan motor impian saya. Di kalangan motor Inggris sendiri, Norton itu punya kelas. Di samping itu, Norton ini nggak banyak orang yang punya. Di Indonesia pun populasinya nggak banyak," ujar Cosmas kepada Gaspol52 Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

"Ya Norton ini dulu sebatas angen-angen. Karena saya belum mampu beli Norton, makanya saya bikin motor ini. Nah setelah The Norto ini jadi, dan saya ada rezeki, baru saya akhirnya memiliki Norton," tambah Cosmas.

Ada alasan khusus akhirnya Cosmas memutuskan menggunakan basic moge Harley Davidson Softail Springer lansiran 1992, untuk membangun The Norto miliknya. Sebagai penggemar motor klasik, Cosmas menyadari betul bahwa dibutuhkan 'treatment' khusus sebelum motor dikendarai. Ya, bagi sebagian orang, mungkin hal tersebut dinilai ribet apalagi kendaraan digunakan untuk kebutuhan harian.

"Jadi konsep pembuatan motor ini didasarkan pada kegemaran saya terhadap motor-motor klasik, terutama Inggris. Tapi karena motor tua itu perlu waktu persiapan sebelum digunakan, makanya saya bikin dari modifikasi motor 'baru' dibikin ala-ala klasik Inggris, British Style," terang Cosmas.

"Langkah pertama yang saya lakukan adalah menggambar motor yang saya inginkan, sewaktu itu hanya menggunakan photo editor. Setelah gambarnya jadi sesuai konsep yang saya inginkan, baru saya cari basic motor yang akan dimodifikasi," lanjutnya.

"Lantas, saya mendapatkan Harley Davidson Softail Springer tahun 1992. Sewaktu saya beli, motor ini dalam kondisi orisinil dengan full accesoris. Dalam proses modifikasinya, tanpa memotong sasis, jadi untuk handling sama sekali tidak berpengaruh, masih tetap nyaman dikendarai," tambahnya.
Lebih lanjut Cosmas menjelaskan, referensi membangun The Norto ia adopsi dari beberapa jenis motor lawas Inggris. Selain Norton lawas lansiran 1927, inspirasinya juga diambil dari Brough Superior tahun 1920-an, dan Birmingham Small Arms atau yang dikenal BSA.

Ubahan signifikan yang dilakukan Cosmas pada Harley Davidson Softail Springer ini terletak pada desain tangki yang berbentuk kotak dan juga panjang, lalu jok motor mirip dengan sepeda, membuat keseluruhan tampilan motor jadi retro.

Bentuk tangki ini diakui Cosmas terinspirasi dari Norton lansiran 1927. Cosmas membuat pola tangki menggunakan kertas karton, kemudian penggarapannya ia serahkan ke pengrajin spesialis untuk dibuat ulang menggunakan logam.

Cosmas melakukan hal yang sama dengan spakbor, kali ini inspirasinya dari BSA Golden Flash. Kemudian lampu depan berbentuk bulat besar berukuran 8 inci, yang makin menonjolkan kesan klasiknya.

Selain itu, Cosmas juga memodifikasi suspensi belakang untuk menurunkan ground clearance, dan mengubah kaki-kaki dengan roda baru. Roda depan 21 inci diganti dengan roda BSA 19 inci, dan roda belakang diperbesar ukurannya dari 16 inci menjadi 18 inci, berkat pelek bawaan Harley WL vintage.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved