Mencicipi Wedang Bajigur Batas Kota di Jalan Magelang, Minuman Penghangat Badan di Sore Hari

Tambahan air yang dibuat dari perpaduan santan, gula jawa, jahe, cengkih, hingga kayu manis, dia tuangkan ke dalam racikan

Tribun Jogja/ Neti Istimewa Rukmana
Candra Wiandi (39) pemilik Wedang Bajigur Batas Kota Yogyakarta, sedang menyajikan dagangannya di tempat usahanya di Jalan Magelang, Padukuhan Rogoyudan, Kalurahan Karangwaru, Kapanewon Tegalrejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (25/7/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN  - Candra Wiandi (39) pemilik Wedang Bajigur Batas Kota Yogyakarta, terlihat sibuk menyajikan dagangannya.

Potongan kelapa, kolang kaling, daun pandan dan roti tawar, sedang ia masukkan ke dalam mangkuk kaca putih.

Tidak lupa, tambahan air yang dibuat dari perpaduan santan, gula jawa, jahe, cengkih, hingga kayu manis, dia tuangkan ke dalam racikan yang telah ada di mangkuk kaca putih dan sedang dipegang olehnya. 

Dengan ramah dia menanyakan kepada konsumen yang berdatangan di tempat usahanya Batas Kota atau tepat di Jalan Magelang, Padukuhan Rogoyudan, Kalurahan Karangwaru, Kapanewon Tegalrejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Minumnya di tempat itu kan?" tanya Candra, kepada seseorang yang baru saja tiba di tempat usahanya untuk membeli wedang bajigur miliknya, Senin (25/7/2022).

Dengan pergerakan yang cepat, ia pun melayani pembeli tersebut.

Ternyata setiap hari Candra bisa menjual 180 porsi wedang bajigur.

Sementara itu per porsinya dapat dibanderol Rp7.500.

Dia pun membuka usahanya setiap pukul 17.00-20.00 WIB.

"Tapi kadang kalau ramai cepet tutupnya," ujarnya. 

Sebagai contoh, ia menceritakan saat pandemi Covid-19. 

Walau sebagian besar penjual kuliner di Yogyakarta terkena dampak negatif dari pandemi tersebut, ternyata hal itu tidak terjadi kepadanya. 

Pasalnya kala itu, dia mampu menjual 200 porsi wedang bajigur dengan durasi penjualan satu setengah jam.

Candra sendiri telah menekuni usaha itu sejak 2009.

"Jadi saya dulu kerja di suatu perusahaan di Yogyakarta. Tapi, karena kepepet saya resign dan mulai belajar secara otodidak selama dua tahun untuk membuat wedang bajigur. Kemudian, 2009 saya baru mulai berjualan wedang bajigur," jelasnya. 

Pembeli wedang bajigur saat itu masih sedikit yakni hanya 10 orang per hari.

Kendati demikian, ia yakin apabila ingin menekuni usaha kuliner harus memiliki kesabaran yang tinggi. 

Sebab, Candra memiliki keyakinan untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak langsung terjadi dalam satu malam.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved