INILAH Kampung Karanggede, Desa di Bantul dengan 4 Tempat Ibadah Berdiri Harmonis
Di Desa itu, terdapat Susteran Gembala Baik, Pura, Masjid, dan Gereja Kristen di mana seluruh masyarakatnya hidup dengan harmoni.
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kampung Karanggede memiliki empat tempat ibadah yang berdekatan, tetapi kehidupan warganya tetap tenang dan damai.
Atas alasan tersebut, desa di Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, DI Yogyakarta itu dicanangkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.
Di Desa itu, terdapat Susteran Gembala Baik, Pura, Masjid, dan Gereja Kristen di mana seluruh masyarakatnya hidup dengan harmoni.
Jika memasuki kampung Karanggede di Padukuhan Dagen, Kalurahan Pendowoharjo, kita akan mendapati Susteran Gembala Baik.
Lebih masuk ke dalam, tak jauh dari Susteran berdiri Pura tempat beribadah umat Hindu.
Kemudian beberapa ratus meter ke barat, berdiri masjid yang tak jauh dari situ juga terdapat rumah yang difungsikan sebagai Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).
Dukuh Dagen, Hartadi mengatakan, bahwa keberadaan empat tempat ibadah di RT.01 Karanggede tersebut telah berlangsung sejak tahun 1970-an.
Berdirinya tempat ibadah itupun secara bertahap.
Ia menceritakan, berdirinya Pura itu berawal dari warga Bali yang bermukim di Karanggede.
Karena tidak mungkin pulang-pergi ke Bali untuk beribadah, maka warga tersebut berencana mendirikan pura di dekat rumahnya.
"Untuk Pura itu awalnya ada warga Bali. Karena jauh kembali (ke Bali) ingin ada tempat beribadah," ujarnya Senin (6/6/2022).
"Selanjutnya salah seorang warga Karanggede mengiyakan sebagian tanahnya (untuk didirikan pura) dan diberi kompensasi dibuatkan rumah di sebelahnya.
Sedangkan untuk Susteran Gembala Baik merupakan tempat tinggal para suster yang merupakan pemuka agama Katolik.
Namun, dalam perkembangannya tempat tersebut tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal suster, tapi juga menjadi tempat untuk beribadah.
Sementara bangunan GPdI semula adalah rumah tinggal seorang pendeta.
"Dulunya izin tempat tinggal, dia seorang pendeta dan ada muridnya, terus banyak yang ngumpul dan sembahyang di situ," ungkapnya.
Dirinya mengatakan, hanya sedikit warga Karanggede yang beribadah di gereja tersebut. Pasalnya mayoritas warga di sana memeluk agama Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kampung-Karanggede-Padukuhan-Dagen-Kalurahan-Pendowoharjo-Kapanewon-Sewon-Bantul.jpg)