Lestarikan Seni Tradisional, Seniman Masuk dan Ajari Anak Sekolah
Melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini anak-anak kembali diperkenalkan dengan seni teater.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pendidikan seni terutama seni tradisional perlu terus diajarkan kepada anak-anak sedari dini.
Hal ini untuk membentuk mental anak menjadi kreatif, juga untuk melestarikan budaya yang mulai kurang diminati oleh generasi muda.
Hal tersebut dikatakan oleh Seniman Teater asal Magelang, Triman Laksana, Kamis (30/11) pada acara pentas teater SD Negeri Mendut dalam rangka Gerakan Seniman Masuk Sekolah Tahun 2017 di Kabupaten Magelang.
Pada Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2017 di Kabupaten Magelang, sebanyak 33 anak-anak Sekolah Dasar Negeri Mendut diajarkan seni teater yang dipadukan dengan seni tradisional seperti macapat, ketoprak, dan karawitan.
Mereka kemudian diajak tampil dan memamerkan keahlian mereka, tak hanya dalam berteater saja, namun juga bernyanyi lagu tradisional jawa seperti macapat atau geguritan, berdialog bahasa jawa, dan memainkan alat musik tradisional.
"Tujuan yang diharapkan bukan untuk membentuk anak-anak menjadi seniman, namun untuk mengembangkan rasa mereka melalui seni teater dengan olah rasa, olah raga dan juga olah jiwa, sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang tangguh," ujar Triman, Kamis (30/11/2017).
Dikatakan oleh Triman saat ini pendidikan seni di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Magelang memang sudah cukup baik, namun untuk seni teater saat ini jarang diajarkan dan ditemui di sekolah-sekolah dasar.
Melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini anak-anak kembali diperkenalkan dengan seni teater.
Seni teater yang diajarkan juga dipadukan dengan kesenian tradisional, sehingga dengan begitu selain dapat mengembangkan jiwa berkesenian anak juga sekaligus melestarikan seni tradisional.
"Kegiatan ini jangan hanya sampai di sini saja, kita akan tindak lanjuti dengan menerapkan juga di sekolah-sekolah yang lain," ujar Triman.
Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Husein, mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).
Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi, misi Bupati untuk menjadikan Magelang sejahtera, maju dan amanah, salah satunya dalam bidang pelestarian seni budaya.
"Kita menyambut antusias program Gerakan Seniman Masuk Sekolah ini selaras dari visi misi pemerintah Kabupaten Magelang agar sejahtera, maju dan amanah salah satunya pada pelestarian seni budaya dan pengetahuan," ujar Husein.
Husein pun berharap agar kegiatan seperti ini dapat diadakan lagi tahun 2018 mendatang dengan menyasar sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Magelang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anak-anak-sd-negeri-mendut-tengah-berteater-mementaskan-dumadine-rawa-pening_20171130_205802.jpg)