Pabrik Diharapkan Serap Tembakau dari Petani Klaten dengan Harga Tinggi

Dengan kondisi sedikitnya tanaman tembakau yang ditanam, harga panen tembakau meningkat drastis.

Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM/ANGGA PURNAMA
Petani di Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo menjemur daun tembakau yang sudah dirajang, Rabu (13/9/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebelumnya pada panen pertama ini, kualitas tembakau sudah mencapai grade B dengan harga mulai Rp 17.000 per kilogram hingga Rp 45.000 per kilogram tergantung kualitas.

"Berbeda jauh dengan satu grade di atasnya, C, harganya lebih tinggi lagi. Apalagi jika C+, sudah sampai Rp 90 ribu per kilogram," kata Aryanta Sigit Suwanto, Ketua Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK) Klaten, Minggu (24/9/2017).

Musim kemarau tahun ini merupakan saat ideal untuk menanam tembakau.

Namun jumlah panen diprediksi akan turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Apalagi dua tahun petani tembakau dihajar musim kemarau basah yang panjang, hujan hampir terjadi sepanjang tahun sehingga banyak yang trauma," katanya.

Dengan kondisi sedikitnya tanaman tembakau yang ditanam, harga panen tembakau meningkat drastis.

Sehingga diharapkan pabrik mau menyerap tembakau petani dengan harga tinggi.

"Secara kuantitas memang menurun, tapi kualitas sangat baik. Petik pertama saja sudah grade B, tentu jadi awal yang baik untuk petani," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved